Peluang Perundingan Kedua AS-Iran Terbuka, Dolar AS Turun

Tatiana Park 14 Apr 2026 31 views

Perkembangan dalam konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memicu pergerakan tajam, khususnya pada nilai tukar Dolar AS. Para analis pun terbelah dalam menilai prospek mata uang tersebut ke depan.

Indeks Dolar AS (DXY) melemah lebih dari 0.3% dan menyentuh level terendah di 97.97 pada perdagangan Selasa (14 April). Tekanan terhadap greenback muncul seiring meningkatnya keraguan pelaku pasar terhadap kekuatan dolar di tengah dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Meski demikian, sebagian investor masih berhati-hati terhadap kemungkinan memburuknya situasi.

Dolar turun setelah AS-Iran dikabarkan renegosiasi

Laporan dari The New York Times mengindikasikan peluang dilakukannya kembali perundingan antara Washington dan Teheran, meskipun pertemuan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan. Senada dengan itu, Reuters menyebutkan bahwa kedua pihak berpotensi melanjutkan dialog di Islamabad dalam waktu dekat.

Di sisi lain, langkah pemblokiran Selat Hormuz oleh AS dinilai tidak seefektif yang diperkirakan sebelumnya. Menurut laporan BBC, beberapa kapal yang berafiliasi dengan Iran serta kapal non-Iran tetap mampu melintasi jalur tersebut. Salah satunya adalah kapal tanker asal China bernama "Rich Starry" yang sebelumnya telah masuk daftar sanksi AS.

Serangkaian perkembangan ini ditafsirkan sebagian pelaku pasar sebagai tanda meredanya ketegangan geopolitik. Dampaknya, harga minyak mentah Brent kembali turun ke bawah 100 dolar AS per barel, sementara dolar AS melemah terhadap berbagai mata uang utama. Pasangan EUR/USD bahkan melonjak ke level tertinggi sejak 27 Februari, melampaui 1.1800.

Kit Juckes, kepala strategi dan riset forex di Société Générale, menilai bahwa peluang de-eskalasi konflik dapat mendorong penguatan lebih lanjut pada euro. Ia menyebut EUR/USD berpotensi menembus level 1.20 jika sentimen positif terus berkembang, khususnya bila Selat Hormuz kembali beroperasi normal.

Namun, tidak semua analis sepakat dengan pandangan optimistis tersebut. Sejumlah pihak tetap mengingatkan bahwa situasi di Timur Tengah masih rentan. Dalam laporan mingguan, MUFG menekankan bahwa strategi short pada EUR/USD masih relevan, mengingat risiko eskalasi konflik yang sewaktu-waktu bisa kembali meningkat. Gencatan senjata yang berlangsung saat ini pun dinilai belum cukup kuat untuk menjamin stabilitas jangka panjang.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua