AS - Iran Gencatan Senjata, Dolar Turun Tajam

Tatiana Park 08 Apr 2026 22 views

Optimisme pasar meningkat menyusul kabar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Walaupun keraguan terhadap prospek perdamaian jangka panjang masih membayangi, sentimen positif memberikan tekanan signifikan terhadap dolar AS.

Indeks Dolar AS (DXY) turun dari sekitar level 100.00 ke 99.06 pada hari Rabu (8 April). Kemerosotan dipicu oleh perubahan sentimen pasar menjadi risk-on setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven.

Dolar jatuh

Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan kesediaannya untuk menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan. Ia juga membuka peluang dialog atas 10 poin tuntutan dari pihak Iran, dengan syarat akses di Selat Hormuz kembali dibuka.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah dua arah yang mencerminkan keberhasilan pencapaian target militer sekaligus membuka jalan menuju perundingan damai yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang berakhirnya tenggat ancaman sebelumnya. Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya kesepakatan awal yang tercapai melalui peran mediasi Pakistan. Ia menyebut bahwa penghentian serangan AS akan direspons dengan penghentian operasi pertahanan oleh Iran.

Selain itu, Araghchi juga menyampaikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali secara terbatas selama periode gencatan senjata, melalui koordinasi dengan pihak militer Iran.

Respons pasar terhadap perkembangan ini terlihat jelas di sektor energi dan valuta asing. Harga minyak mentah Brent sempat merosot hingga sekitar 15% dan kini diperdagangkan di kisaran $97.20 per barel. Di sisi lain, mata uang rival dolar AS justru menguat.

Pasangan AUD/USD dan NZD/USD masing-masing mencatat kenaikan sekitar 1.2%, sementara USD/JPY melemah sekitar 0.7% hingga menyentuh level 158.29.

 

Analis: Perdamaian Jangka Panjang Belum Tercapai

Perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran akan digelar di Islamabad, Pakistan. Meskipun pelaku pasar menyambut positif langkah menuju dialog, sebagian analis masih menilai bahwa stabilitas jangka panjang belum sepenuhnya terjamin.

Ray Attrill, kepala strategi forex di National Australia Bank, menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dapat memperkuat tren risk-on yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa banyak faktor yang masih harus dipastikan dalam dua minggu ke depan, sehingga pasar tetap perlu berhati-hati dan mempertahankan sikap skeptis.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua