Negosiasi AS-Iran Buntu, Pergerakan Dolar Masih Tanpa Arah

Tatiana Park 13 Apr 2026 14 views

Kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak mentah, namun pergerakan Dolar AS masih cenderung stagnan.

Nilai tukar Dolar AS menunjukkan performa yang bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama, seiring pelaku pasar mencerna dampak dari gagalnya perundingan AS–Iran yang berlangsung pada akhir pekan. Hingga hari ini (13 April), Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam kisaran sempit yang sama sejak pertengahan pekan lalu.

Dolar AS tanpa arah

Upaya negosiasi antara kedua negara di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Alih-alih menghasilkan perdamaian, ketegangan justru meningkat dengan potensi konflik lanjutan.

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengerahan Angkatan Laut untuk melakukan blokade di Selat Hormuz. Langkah ini dijadwalkan mulai berlaku pukul 14.00 GMT hari ini, mencakup seluruh kapal yang berusaha masuk maupun keluar dari jalur tersebut, terutama kapal yang sebelumnya membayar biaya transit kepada Iran.

Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan non-Iran. Artinya, pembatasan hanya difokuskan pada aktivitas pelayaran yang terkait langsung dengan Iran.

Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi global. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyindir bahwa harga bahan bakar saat ini bisa segera terasa murah dibandingkan kondisi yang akan datang jika blokade benar-benar diberlakukan.

Reaksi pasar pun langsung terlihat. Harga minyak mentah Brent melonjak kembali menembus level $100 per barel pada pembukaan perdagangan awal pekan. Sementara itu, pasangan USD/JPY sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi empat hari di 159.86.

Meski demikian, sejumlah mata uang utama lainnya menunjukkan ketahanan. AUD/USD yang sempat turun di bawah 0.7000 pada sesi Sydney berhasil pulih ke kisaran 0.7070-an saat memasuki sesi New York. EUR/USD dan GBP/USD juga mampu memangkas pelemahan dan kembali bergerak dalam rentang yang sama seperti pekan sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang cenderung menunggu perkembangan lebih lanjut terkait potensi eskalasi konflik.

Menurut Marc Chandler, pasar sebelumnya memasuki akhir pekan dengan optimisme, di mana dolar ditutup mendekati level terendahnya. Namun, situasi terbaru menunjukkan kemungkinan arah pasar jangka pendek tidak sesuai ekspektasi.

Ia menambahkan bahwa dengan potensi eskalasi yang lebih besar di depan mata, banyak pelaku pasar memilih menahan posisi dan bersikap defensif untuk sementara waktu.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua