Dolar Australia Tembus Rekor Multi-Tahun, Didukung Carry Trade

Tatiana Park 14 May 2026 3 views

AUD/USD naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun berkat para carry trader yang memburu keuntungan dari selisih suku bunga. Pasalnya, RBA mengumumkan kenaikan suku bunga acuan yang lebih agresif dibandingkan dengan bank sentral G10 lainnya.

Hingga Kamis (14/Mei), AUD mencatat penguatan signifikan terhadap Euro, Yen, Dolar New Zealand, dan Poundsterling. Pasangan mata uang AUD/USD pun terus bergerak di dekat puncak sejak Juni 2022, mencerminkan tingginya permintaan terhadap Dolar Australia.

AUD/USD Menguat Pesat

Setelah pengumuman kebijakan di awal bulan ini, RBA menempati posisi teratas di antara bank sentral utama dunia dengan suku bunga acuan 4.35%. Sebagai perbandingan, Federal Reserve AS dan Bank of England saat ini menetapkan 3.75%, sementara Bank of Canada dan Reserve Bank of New Zealand berada di level 2.25%. European Central Bank masih memberlakukan suku bunga deposit 2.00%, sedangkan Bank of Japan dan Swiss National Bank tetap mempertahankan tingkat hampir nol.

Sejak Februari, RBA telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut, lebih agresif dibandingkan mayoritas bank sentral G10 lainnya. Kebijakan ini dilakukan untuk menahan tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi pasca-konflik AS-Iran. Namun, AUD kemudian menjadi mata uang yang sangat menarik bagi carry trader karena bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan dari perbedaan suku bunga.

Analis dari National Australia Bank menjelaskan, "Selisih suku bunga yang signifikan antara RBA dan bank sentral G10 lainnya, dikombinasikan dengan turunnya volatilitas pasar forex, membuat AUD sangat diminati dalam strategi carry trade."

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa daya tarik AUD bisa cepat memudar jika volatilitas pasar kembali meningkat. Ancaman terbesar datang dari blokade Selat Hormuz, yang dapat berlanjut hingga Juni dan memengaruhi pasokan energi global. Meskipun Australia kaya gas alam, negara ini masih bergantung pada impor minyak. Gangguan pasokan energi internasional telah menimbulkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah SPBU. Selain itu, Dolar Australia tetap sensitif terhadap sentimen risk-off global.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua