Dolar AS Menguat Setelah Inflasi April Melonjak

Tatiana Park 13 May 2026 9 views

Data inflasi Amerika Serikat pada April 2026 mencatat kenaikan tercepat sejak pertengahan 2023 dan mendorong penguatan Dolar AS di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

Kurs dolar AS bergerak naik setelah publikasi data inflasi konsumen AS tadi malam. Memasuki sesi Asia hari ini (13/Mei), Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di area 98.30.

Inflasi AS

Laporan terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi inti mengalami percepatan signifikan pada April 2026. Tingkat inflasi inti tahunan meningkat dari 2.6% menjadi 2.8%, begitu pula dengan inflasi umum yang melonjak dari 3.3% menjadi 3.8% secara tahunan.

Baik inflasi inti maupun inflasi utama tercatat melampaui perkiraan pasar. Bahkan, kenaikan inflasi umum menjadi yang paling tinggi sejak Mei 2023.

Kenaikan tekanan harga terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah akibat konflik antara AS dan Iran yang masih berlanjut. Hingga kini, perang yang telah berlangsung hampir dua setengah bulan itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Awal pekan ini, pemerintah Iran menolak proposal perdamaian dari Washington dan tetap mempertahankan tuntutan sebelumnya. Presiden AS Donald Trump menanggapi tuntutan tersebut dengan nada keras dan menyebutnya sebagai "sampah". Ia juga menegaskan bahwa kondisi gencatan senjata dengan Iran berada di titik kritis.

Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, dolar AS kembali menjadi aset yang diminati pasar. Selain itu, data inflasi yang lebih tinggi turut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan The Fed tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang tahun ini. Bahkan, terdapat peluang sekitar 35% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Penguatan dolar AS juga didukung oleh perkembangan dari negara lain. Pasangan GBP/USD tertekan akibat gejolak politik yang menimpa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Di sisi lain, AUD/USD dan NZD/USD bergerak hati-hati menjelang pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua