Yen hingga Pound Menguat, Franc Tertekan Pasca Pengumuman Bank Sentral

Tatiana Park 19 Mar 2026 16 views

Keputusan terbaru dari sejumlah bank sentral utama dunia menunjukkan arah kebijakan yang tidak seragam. Tiga bank sentral memberi sinyal pengetatan lebih lanjut, sementara Swiss justru membuka peluang intervensi di pasar valuta asing.

Empat bank sentral besar merilis hasil rapat kebijakan mereka pada hari ini (19/Maret), hanya beberapa jam setelah pengumuman dari Federal Reserve. Respons pasar menunjukkan sentimen positif terhadap Yen Jepang, Euro, dan Pound Sterling, tetapi negatif terhadap Franc Swiss.

Berita bank sentral

 

BoJ Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga

Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 0.75% melalui voting 8:1. Meski demikian, Gubernur Kazuo Ueda mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga pada April mendatang, dengan menekankan pentingnya evaluasi data ekonomi ke depan.

BoJ juga tetap mempertahankan pandangan bahwa ekonomi Jepang tengah berada dalam fase pemulihan moderat. Pernyataan ini mendorong penguatan Yen, dengan pasangan USD/JPY turun sekitar 1.1% ke level 158.10 pada awal sesi New York.

Menurut Takashi Fujiwara dari Resona Asset Management, pasar menafsirkan pernyataan Ueda sebagai sinyal hawkish, terutama dengan rencana BoJ untuk mengkaji data inflasi lebih mendalam dan pengenalan metode baru dalam pengukuran CPI.

 

ECB Waspadai Dampak Harga Energi

European Central Bank (ECB) memilih untuk menahan suku bunga deposit di 2.0%. Namun, bank sentral tersebut menegaskan akan mencermati risiko inflasi dan pertumbuhan akibat lonjakan harga energi.

Sikap ini dinilai memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali dalam tahun ini. Revisi proyeksi ekonomi juga mendukung pandangan tersebut.

ECB menaikkan proyeksi inflasi untuk 2026 dari 2.2% menjadi 2.3%, dan untuk 2027 dari 1.9% menjadi 2.2%. Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan ekonomi (PDB) diturunkan menjadi 0.9% untuk 2026 dan 1.3% untuk 2027. Dampaknya, EUR/USD naik sekitar 0.6% hingga menembus level 1.1500.

 

BoE Isyaratkan Penundaan Pelonggaran

Bank of England (BoE) melalui Komite Kebijakan Moneternya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 3.75%. Mereka menilai tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi bersifat sementara, sehingga peluang penurunan suku bunga masih terbuka.

Namun demikian, BoE secara signifikan menaikkan proyeksi inflasi kuartal II 2026 dari 2.1% menjadi 3.0%. Hal ini mendorong sebagian pelaku pasar untuk memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga akan tertunda, bahkan membuka kemungkinan pengetatan tambahan.

Spekulasi tersebut mengangkat nilai Pound Sterling lebih dari 0.8% ke level tertinggi dalam lima hari di sekitar 1.3390. Ekonom Lloyds Bank, Nikesh Sawjani, menyebut bahwa BoE kini lebih waspada terhadap risiko inflasi lanjutan yang dapat memicu kebijakan moneter lebih ketat.

 

SNB Pilih Intervensi, Franc Melemah

Berbeda dengan bank sentral lainnya, Swiss National Bank (SNB) mempertahankan suku bunga di level nol dan mengindikasikan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menahan penguatan Franc.

Sikap ini langsung menekan mata uang Swiss. USD/CHF melonjak mendekati level tertinggi dua bulan di atas 0.7950. Sementara itu, EUR/CHF naik lebih dari 0.5% ke kisaran 0.9130, dan GBP/CHF menguat hampir 0.7% ke level 1.0592.

Perbedaan arah kebijakan ini menegaskan bahwa dinamika pasar global sangat dipengaruhi oleh faktor domestik masing-masing negara, terutama terkait inflasi dan dampak kenaikan harga energi.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua