Trump Pilih Kevin Warsh, Dolar Menguat Terbatas

Tatiana Park 30 Jan 2026 43 views

Penguatan Dolar AS yang muncul menyusul kabar pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve dinilai sejumlah analis tidak akan bertahan lama.

Pada awal sesi perdagangan New York, Jumat (30 Januari), Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 96.70 tanpa volatilitas berarti. Pergerakan tersebut menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara resmi mengajukan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed berikutnya.

Kevin Warsh

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan keyakinannya terhadap sosok Warsh.

"Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya percaya dia akan menjadi salah satu Ketua Fed TERHEBAT, bahkan mungkin yang terbaik," tulis Trump.

Kevin Warsh bukan nama baru di lingkaran bank sentral AS. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Federal Reserve pada periode 2006-2011. Latar belakang tersebut membuat pasar menilai Warsh cenderung mengambil pendekatan kebijakan yang berhati-hati dan berbasis kredibilitas, alih-alih segera menuruti dorongan Gedung Putih untuk memangkas suku bunga secara agresif. Persepsi ini sempat memberikan dukungan jangka pendek bagi nilai tukar Dolar AS.

Kirstine Kundby-Nielsen, analis dari Danske Bank, menilai nominasi tersebut sebagai sentimen positif awal bagi Greenback. Menurutnya, pengalaman Warsh di The Fed membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan munculnya ketua bank sentral yang terlalu politis atau sangat dovish.

 

Analis: Dolar Berpotensi Melemah Lagi

Meski demikian, sejumlah pengamat menegaskan bahwa dampak positif terhadap Dolar kemungkinan bersifat sementara. Ekspektasi pasar tetap mengarah pada tren penurunan suku bunga The Fed, meskipun prosesnya kelak dilakukan secara lebih terukur di bawah kepemimpinan Warsh. Selain itu, mata uang AS masih menghadapi tekanan dari berbagai faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ketidakpastian kebijakan tarif impor Trump.

Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman menyoroti pandangan Warsh terkait neraca The Fed dan implikasinya terhadap struktur suku bunga. Ia memperkirakan kurva imbal hasil AS berpotensi semakin curam, dengan suku bunga jangka pendek turun sementara yield jangka panjang cenderung bertahan atau bahkan naik akibat lemahnya kredibilitas fiskal AS.

Dalam konteks pasar, Haddad menilai dampaknya terhadap Dolar dan ekuitas bersifat netral—di satu sisi Warsh mendukung suku bunga lebih rendah yang menguntungkan aset berisiko, namun di sisi lain ia mendorong pengurangan neraca The Fed yang selama ini menjadi penopang reli aset.

Reaksi paling tajam justru terlihat di pasar logam mulia. Harga emas spot anjlok lebih dari 7% dan perak spot merosot lebih dari 17%. Penurunan tersebut mencerminkan meredanya permintaan aset lindung nilai, seiring harapan bahwa Warsh mampu menjaga independensi bank sentral AS.

Ke depan, proses nominasi masih menunggu persetujuan Senat AS. Apabila dikonfirmasi, Warsh akan menempati kursi Gubernur The Fed yang saat ini dipegang oleh Stephen Miran, sebelum kemudian menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada Mei mendatang.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua