Trump Isyaratkan Akhir Konflik Iran, Dolar Melemah

Tatiana Park 10 Mar 2026 15 views

Pernyataan optimistis dari Donald Trump mengenai konflik dengan Iran memicu perubahan sentimen pasar global. Harapan bahwa perang akan segera berakhir membuat harga minyak mentah melemah dan turut menekan nilai tukar Dolar AS.

Pergerakan US Dollar Index (DXY) terlihat sangat fluktuatif dalam beberapa sesi perdagangan terakhir seiring maraknya spekulasi mengenai konflik Iran. Indeks tersebut sempat melonjak mendekati level 99.70 setelah harga minyak mentah naik tajam pada perdagangan sebelumnya. Namun pada dini hari tadi (10 Maret), DXY berbalik turun hingga menyentuh area 98.70.

Dolar melemah

Tekanan terhadap Dolar AS muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pandangan optimistis mengenai perkembangan perang dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa konflik tersebut sudah berada pada tahap akhir dan berpotensi segera selesai.

"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap," ujar Trump, sembari memberi sinyal bahwa operasi militer kemungkinan tidak akan berlangsung lama lagi.

Saat ditanya berapa lama operasi militer Amerika Serikat di Iran akan berlanjut, Trump menegaskan bahwa misi tersebut akan berakhir "segera", meskipun tidak dalam minggu ini.

Ia juga menyatakan bahwa kekuatan Iran telah banyak melemah. Menurutnya, sebagian besar kemampuan negara tersebut telah hancur, termasuk struktur kepemimpinan mereka.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat masih memiliki beberapa target militer di Iran. Namun, ia menilai target-target tersebut bisa diselesaikan dengan cepat, bahkan dalam waktu satu hari jika diperlukan.

Optimisme terkait kemungkinan berakhirnya konflik di Iran tidak hanya menekan nilai Dolar AS, tetapi juga memicu koreksi harga minyak mentah. Lonjakan harga yang sempat terjadi pada awal pekan kini mulai mereda.

Saat ini, harga minyak Brent Crude Oil diperdagangkan di sekitar USD 91.75 per barel. Meskipun lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, harga tersebut masih berada di atas level pekan lalu karena sebagian pelaku pasar meragukan pernyataan Trump.

Indeks Dolar AS sendiri masih bergerak di sekitar 98.80 ketika laporan ini disusun.

Menurut Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi dibandingkan kepastian.

"Pasar sedang melakukan trading berdasarkan harapan," ujarnya kepada Reuters. "Jika ini benar-benar menandai akhir perang, maka dolar kemungkinan akan melemah dan pasar saham berpotensi naik. Namun kita masih belum tahu persis bagaimana hasil akhirnya."

Chandler juga mengingatkan bahwa optimisme tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.

"Pasar saat ini dipenuhi harapan. Tetapi jika ternyata itu hanya ekspektasi yang keliru, arah pergerakan bisa berbalik lagi bahkan malam ini," tambahnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pasangan mata uang utama masih bergerak tidak stabil dalam kisaran yang relatif sempit. EUR/USD dan GBP/USD sempat menjauh dari titik terendah sejak Desember, tetapi kembali melemah pada perdagangan pagi ini.

Sementara itu, USD/JPY masih bertahan di sekitar level 158.00, dan AUD/USD bergerak terbatas dalam rentang 0.7000 hingga 0.7100.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua