Sikap Agresif RBA Dorong Dolar Australia Menguat
Dolar Australia menguat setelah bank sentralnya kembali menaikkan suku bunga, didorong oleh kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih akan bertahan lebih lama akibat konflik bersenjata di Iran.
Nilai tukar AUD menguat pada perdagangan hari ini (17 Maret), dengan pasangan AUD/USD naik sekitar 0.5% ke level 0.7118. Sementara itu, AUD/NZD mencetak level tertinggi sejak Mei 2013.
![]()
Dalam rapat kebijakan terbarunya, Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4.10%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Bank sentral tersebut menimbang risiko inflasi yang tetap berada di atas target lebih lama dari perkiraan akibat ketidakpastian di Timur Tengah. Konflik ini juga dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga secara global maupun domestik.
Keputusan suku bunga RBA diambil melalui voting yang cukup ketat, yakni lima berbanding empat, yang mencerminkan adanya perbedaan pandangan di internal dewan. Meski demikian, arah kebijakan ke depan cenderung mengindikasikan sikap agresif (hawkish).
Gubernur RBA, Michele Bullock, mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan sempat mempertimbangkan untuk menunda kenaikan suku bunga hingga Mei. Namun, mayoritas anggota meragukan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup untuk menekan inflasi secara efektif.
Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai sinyal bahwa ruang pengetatan kebijakan masih terbuka. Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan pun meningkat, dengan probabilitas kenaikan pada Mei naik dari 25% menjadi 40%. Meski begitu, sebagian besar pelaku pasar masih memperkirakan suku bunga baru akan mencapai 4.35% pada Agustus.
Sally Auld, kepala ekonom di NAB, menilai bahwa pengetatan sebesar 50 basis poin saja kemungkinan belum cukup untuk memastikan inflasi Australia kembali stabil di kisaran target. Ia tetap memproyeksikan adanya tambahan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei.
Karena langkah RBA ini sudah banyak diantisipasi sejak pekan lalu, respons pasar terhadap penguatan dolar Australia relatif terbatas. Namun demikian, kecenderungan pergerakan tetap positif, terutama karena sikap RBA dinilai lebih agresif dibandingkan sejumlah bank sentral utama lainnya.