Penguatan Franc Swiss Masuk Zona Bahaya, SNB Siap Intervensi?
Berkaca dari pergerakan sebelumnya, bank sentral Swiss berpeluang turun tangan saat Franc Swiss terus naik hingga memasuki area 0.90-0.92 versus Euro. Pasar mulai khawatir karena EUR/CHF hari ini sudah menyentuh 0.918.
Pergerakan mata uang global hari ini (26 Januari) kembali didominasi oleh isu intervensi bank sentral. Rumor mengenai kemungkinan aksi terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang untuk menahan pelemahan Yen telah mengguncang pasar, menyeret USD/JPY anjlok lebih dari tiga persen dalam empat sesi terakhir. Tekanan tersebut turut melemahkan Dolar AS secara luas, sekaligus mendorong penguatan mata uang rivalnya — termasuk Franc Swiss — yang kembali diburu sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar.
Imbasnya, pasangan USD/CHF sempat menyentuh titik terendah sepanjang sejarah di area 0.7740 pada sesi Eropa, sebelum terkoreksi tipis ke kisaran 0.7760. Sementara itu, EUR/CHF juga terperosok hingga 0.9180, level yang memicu perhatian serius para pelaku pasar.
![]()
Sejak tahun 2024, Swiss National Bank (SNB) diketahui sangat sensitif terhadap pergerakan EUR/CHF, khususnya ketika kurs mendekati area 0.90-0.92. Pasar meyakini bank sentral Swiss kerap bersiap melakukan langkah-langkah pengendalian, baik melalui intervensi langsung di pasar valuta asing dengan melepas Franc dan membeli mata uang asing, maupun melalui sinyal kebijakan suku bunga negatif guna menahan laju apresiasi Franc yang berlebihan.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Perekonomian Swiss sangat bergantung pada ekspor, terutama produk-produk bernilai tinggi. Mata uang yang terlalu kuat berisiko menggerus daya saing barang ekspor Swiss di pasar global, sehingga SNB perlu menjaga nilai tukar tetap berada dalam batas yang dianggap aman.
Kini, posisi Franc Swiss yang sudah masuk ke rentang 0.90–0.92 terhadap Euro dinilai sebagai "zona rawan intervensi." Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa SNB bisa segera melakukan aksi pasar atau sekadar memberikan pernyataan (jawboning) untuk menahan penguatan Franc. Namun, sebagian analis juga membuka kemungkinan bahwa SNB akan mentoleransi penguatan terbatas jika dinilai tidak membahayakan prospek ekonomi.
Chris Turner, analis dari ING Bank NV, menyebut situasi ini sebagai sinyal peringatan bagi otoritas Swiss. Ia menilai kombinasi EUR/CHF yang mendekati 0.92 dan USD/CHF yang menembus di bawah 0.7800 dapat mendorong Franc Swiss menuju rekor tertinggi baru jika diukur berdasarkan bobot perdagangan. Turner bahkan menilai pasar bisa kembali memperhitungkan kemungkinan kembalinya suku bunga negatif di Swiss sebagai respons terhadap penguatan mata uang domestik.
Menurutnya, jika SNB menilai Franc yang kuat tidak lagi menjadi ancaman karena prospek pertumbuhan global membaik, maka EUR/CHF berpotensi melanjutkan penurunan hingga 0.90. Sementara pada USD/CHF, area 0.7800-0.7810 kini berubah menjadi zona resistance. Pergerakan kembali menembus 0.7880 akan menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase perdagangan yang sangat fluktuatif