Menkeu Inggris Rilis Anggaran, Pounds Menguat Tipis

Tatiana Park 28 Nov 2025 32 views

Pasar awalnya merespons pengumuman anggaran pemerintah Inggris dengan optimisme. Namun, fundamental yang rapuh dari kebijakan fiskal tersebut membuat penguatan Pounds terbatas dan diperkirakan tidak bertahan lama.

Pound Sterling sempat bangkit setelah pemerintah Inggris merilis anggaran terbarunya. Meski demikian, penguatan GBP/USD hanya mampu bertahan di sekitar 1.3250, sementara penurunan EUR/GBP tertahan di area 0.8760 pada Kamis (28/November). Analis menilai kenaikan ini berpotensi sementara, mengingat fondasi ekonomi Inggris masih rapuh.

Pounds Menguat Terbatas

Setelah diantisipasi pasar dengan penuh kekhawatiran, pada 26 November 2025, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves memaparkan paket anggaran terbaru. Ia menargetkan tambahan pemasukan sebesar 26.1 miliar Pound hingga tahun fiskal 2029/2030 melalui beberapa kebijakan, seperti:

  • pembekuan ambang batas pajak penghasilan,
  • pembekuan bea bahan bakar,
  • pencabutan tunjangan anak ketiga dan seterusnya,
  • kenaikan pajak perjudian,
  • peningkatan tarif per mil untuk kendaraan listrik, dan
  • perubahan struktur kontribusi asuransi nasional.

Selain langkah-langkah tersebut, Reeves juga mengalokasikan tambahan 9 miliar Pound untuk program kesejahteraan sosial.

Sekilas, paket ini tampak mampu menutup celah fiskal tanpa harus agresif menaikkan pajak atau memperbesar utang negara. Hal itu sempat mengangkat nilai Pound dan meringankan tekanan pada obligasi pemerintah Inggris. Namun, sejumlah analis melihat ada persoalan mendasar yang dapat membatasi reli mata uang Inggris.

Office for Budget Responsibility (OBR) menilai kenaikan pendapatan dari kebijakan baru tersebut belum cukup untuk menutup defisit sekaligus membiayai agenda belanja pemerintah di masa mendatang. Dengan demikian, Inggris kemungkinan terpaksa menambah utang setiap tahun atau kembali menaikkan pajak pada periode selanjutnya.

Para ekonom dari HSBC dan Nomura juga menyoroti lemahnya "kredibilitas fiskal" dari anggaran tersebut. Mereka khawatir pemerintah tidak mampu mengeksekusi rencana yang dipaparkan secara konsisten.

Di sisi lain, OBR tidak melihat adanya peningkatan prospek produktivitas nasional akibat kebijakan tersebut. Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris kemungkinan tetap lesu di tahun-tahun mendatang.

Nomura bahkan memperkirakan paket anggaran dapat menurunkan inflasi CPI sekitar 0.3%-0.4% dalam satu tahun fiskal ke depan. Konsekuensinya, Bank of England (BoE) mungkin akan memiliki ruang lebih besar untuk melakukan pemangkasan suku bunga lanjutan.

Berbagai catatan kritis ini membuat peluang penguatan Pound menjadi terbatas. Sentimen positif pasca-pengumuman anggaran mungkin menopang Pound dalam jangka pendek, tetapi prospeknya masih cenderung negatif untuk jangka panjang.

Nicholas Kennedy, pakar strategi forex di Lloyds Bank, mencermati bahwa pengumuman anggaran Inggris ini awalnya membangkitkan optimisme GBP, tetapi tidak mengubah fundamentalnya. Sehingga, implikasinya untuk mata uang akan terbatas dalam jangka pendek. Ia juga menilai Pounds perlu melemah untuk mendukung perekonomian Inggris dari risiko penurunan pertumbuhan.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua