Menanti Keputusan BoJ, Kenaikan USD/JPY Tertahan Intervensi

Tatiana Park 24 Apr 2026 10 views

Pergerakan yen masih tertahan di tengah kombinasi sentimen risk-off global dan peringatan keras dari otoritas Jepang. Investor pun cenderung bersikap hati-hati menjelang rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Perdagangan yen pada hari ini (24 April) berlangsung relatif datar di berbagai pasangan mata uang. Minimnya volatilitas mencerminkan sikap pelaku pasar yang memilih menepi sambil menunggu hasil pertemuan BoJ. Di sisi lain, komentar pejabat Jepang terkait kemungkinan intervensi turut menahan pergerakan yen.

Meskipun USD/JPY kembali menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, pasar meragukan prospek kenaikan lebih lanjut. Pasalnya, pair tersebut kini mendekati level 160 yang kerap dianggap sebagai batas sensitif bagi otoritas Jepang untuk melakukan intervensi pasar.

USDJPY

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk turun tangan di pasar valuta asing. Ia juga menilai langkah intervensi sebelumnya cukup efektif dalam menstabilkan yen, sehingga ia kembali mengingatkan bahwa pihak berwenang siap mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan yang dinilai spekulatif.

Menurut Akihiko Yokoo, analis senior dari Mitsubishi UFJ Bank, sikap aktif otoritas Jepang tersebut membuat pasar sulit membayangkan pelemahan yen yang lebih dalam melewati level 160 per dolar dalam waktu dekat.

Rapat kebijakan BoJ akan berlangsung selama dua hari mulai Senin, 27 April 2026. Mayoritas analis memperkirakan bank sentral tidak akan mengubah kebijakan pada pertemuan kali ini. Meski demikian, pasar tetap menaruh harapan akan adanya sinyal kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Data inflasi inti Jepang pada Februari dan Maret 2026 memang tercatat berada di bawah target 2%. Kendati demikian, sejumlah ekonom memprediksi inflasi bisa kembali meningkat, terutama akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik di Selat Hormuz.

Hingga saat ini, pejabat BoJ belum memberikan panduan yang jelas terkait arah inflasi maupun kebijakan suku bunga. Gubernur Kazuo Ueda dalam pernyataan terakhirnya justru menyampaikan pandangan yang cenderung seimbang, namun menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan ekonomi dapat menekan inflasi dasar, tetapi di sisi lain kenaikan harga minyak berpotensi mendorong ekspektasi inflasi jangka panjang. Selain itu, perubahan perilaku perusahaan dalam menetapkan harga dan upah dalam beberapa tahun terakhir dinilai dapat memperkuat mekanisme inflasi dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua