Intervensi Jepang Guncang Pasar, USD/JPY Merosot Tajam

Tatiana Park 30 Apr 2026 15 views

Aksi cepat otoritas Jepang di pasar valuta asing langsung menekan USD/JPY, hanya beberapa jam setelah nilainya menembus zona intervensi di level psikologis 160.00.

Pada hari Kamis (30 April), USD/JPY mengalami penurunan drastis sekitar 3% hingga menyentuh 155.55; level terendah sejak akhir Februari. Meski sempat rebound ke kisaran 156.80 saat laporan ini disusun, tekanan bearish masih dominan karena penurunan tajam tersebut dipicu oleh intervensi langsung dari otoritas Jepang.

USDJPY

Menurut laporan Nikkei, pemerintah Jepang bersama Bank of Japan (BoJ) telah melakukan aksi beli yen dan jual dolar AS dalam skala besar. Langkah ini secara efektif mendorong penguatan yen dan menjatuhkan nilai tukar USD/JPY.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Satsuki Katayama telah berulang kali mengingatkan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas untuk menahan pelemahan yen. Namun, tren depresiasi tetap berlanjut hingga USD/JPY kembali menembus area yang dianggap sebagai "zona intervensi" di 160.00, tak lama setelah hasil rapat FOMC diumumkan.

Dampak intervensi ini meluas ke pasar global. Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, ikut melemah sekitar 0.7% ke area 98.20 yang merupakan level terendah dalam tiga hari terakhir.

Gejolak juga terlihat pada pasangan mata uang cross berbasis yen. GBP/JPY dan EUR/JPY masing-masing turun sekitar 2%, meskipun tidak ada katalis signifikan dari kebijakan moneter Inggris maupun zona euro. Keduanya kini bergerak di sekitar level terendah sejak awal bulan.

 

Dampak Intervensi Diekspektasikan Tak Bertahan Lama

Meski demikian, sejumlah analis meragukan efektivitas jangka panjang dari intervensi ini. Pasalnya, pelaku pasar juga dihadapkan pada lonjakan harga minyak mentah yang kembali mendekati rekor tertinggi, sehubungan dengan rencana Gedung Putih untuk melancarkan tekanan militer baru terhadap Iran guna memaksa negosiasi ulang.

Faktor fundamental ini dinilai tidak mendukung penguatan Yen, sehingga peluang kenaikan kembali USD/JPY tetap terbuka. Apalagi, trader juga bisa memanfaatkannya untuk buy on dips.

Kepala riset forex ING Bank, Chris Turner, menilai bahwa jika intervensi dilakukan secara sepihak dan harga minyak tetap tinggi, USD/JPY berpotensi kembali naik ke kisaran 161-162 dalam waktu relatif singkat karena tekanan fundamental terhadap Yen masih kuat.

Pandangan serupa disampaikan Robin Brooks dari Brookings Institution. Ia menegaskan bahwa intervensi valuta asing sejauh ini belum pernah berhasil membalikkan tren pelemahan Yen dalam jangka menengah, baik pada tahun 2024 maupun awal tahun ini—dan kemungkinan besar juga tidak akan berhasil kali ini.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua