Stop Loss Forex: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya dengan Benar
Stop Loss (perintah pemotongan kerugian) adalah tingkat harga yang telah ditetapkan oleh trader sebelumnya untuk membatasi jumlah kerugian maksimum pada suatu perintah perdagangan. Ketika harga pasar berfluktuasi dan mencapai tingkat Stop Loss ini, sistem perdagangan akan secara otomatis menutup perintah atau posisi.
Bagi sebagian besar trader, keputusan untuk menetapkan Stop Loss seringkali merupakan pilihan yang tidak nyaman. Mengapa? Karena ini berarti mereka telah menerima kerugian yang akan terjadi. Namun, setiap trader memiliki hak untuk menentukan mode trading mana yang paling sesuai dengan diri mereka, penggunaan atau pengabaian Stop Loss tergantung langsung pada strategi trading yang digunakan oleh masing-masing trader.

Cara Menetapkan Stop Loss Dalam Forex
Jika Anda adalah trader yang ingin menggunakan Stop Loss untuk mengontrol risiko kerugian, maka hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah ada banyak cara berbeda untuk menetapkan Stop Loss dalam Forex. Berikut adalah tiga di antaranya:
1. Stop Loss Manual
Definisi Stop Loss Manual adalah pemotongan kerugian yang dilakukan langsung oleh trader dengan menutup posisi trading secara manual di perangkat lunak trading ketika harga telah bergerak terlalu jauh ke arah yang berlawanan dengan harapan. Menerapkan Stop Loss dengan cara ini mengharuskan trader memiliki disiplin dan kewaspadaan tinggi, karena jika hanya sedikit ceroboh atau lalai, kerugian yang sebenarnya bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan toleransi trader.
Contohnya, ketika Anda membuka posisi Buy EUR/USD pada level harga 1.10020. Anda telah berencana untuk menutup posisi jika harga turun ke level 1.08810, ini adalah level terendah sebelumnya (swing low). Namun, karena tidak mengikuti pasar dengan tepat waktu, Anda tidak mengamati saat harga menyentuh level Stop Loss yang diharapkan. Ketika Anda kembali untuk menutup order, harga telah turun jauh lebih rendah dari level 1.08810. Hasilnya adalah kerugian yang sebenarnya menjadi jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
2. Stop Loss Otomatis
Definisi Stop Loss Otomatis mengacu pada penetapan level harga tertentu, di mana posisi trading akan ditutup secara otomatis oleh sistem ketika harga mencapai level ini. Stop Loss Otomatis biasanya dapat diatur di sebagian besar perangkat lunak trading.
Jika Anda sudah tahu cara memasang order (membuka posisi trading) di MetaTrader atau perangkat lunak trading lainnya, maka Anda pasti tahu bahwa di jendela pemesanan (form Order) terdapat kolom Stop Loss. Di situlah Anda memasukkan level harga pemotongan kerugian yang diinginkan. Setelah itu, jika harga tidak bergerak ke arah yang Anda harapkan, posisi trading akan ditutup secara otomatis ketika harga mencapai level Stop Loss ini, bahkan jika Anda tidak online untuk mengikuti trading secara rutin.

3. Trailing Stop
Selain menggunakan fitur Stop Loss Otomatis di form order, Anda juga dapat menggunakan fitur Trailing Stop. Jika Anda menggunakan Stop Loss tetap, Anda pasti akan menutup posisi trading dalam keadaan rugi ketika harga mencapai level pemotongan kerugian. Namun, jika Anda menggunakan Trailing Stop, Anda masih dapat melindungi keuntungan yang telah diperoleh, bahkan jika harga berbalik arah dan bergerak ke arah yang tidak diinginkan.
Untuk menetapkan Trailing Stop di MetaTrader, pertama-tama Anda perlu membuka posisi trading. Setelah itu, di daftar order, klik kanan pada posisi yang ingin Anda terapkan Trailing Stop. Menu pilihan seperti ini akan muncul.
Selanjutnya pilih jumlah poin Trailing Stop yang ingin Anda gunakan. Contohnya, Anda memasang order Buy pada level harga 1.2000, lalu mengatur Trailing Stop 20 poin. Jika harga naik ke 1.2021, maka Trailing Stop diaktifkan dengan cara otomatis memindahkan Stop Loss ke 1.2001. Dan ketika harga naik lagi ke 1.2041, Stop Loss kembali naik ke 1.2021. Bahkan jika harga berbalik turun ke 1.1975, posisi tetap ditutup pada level Stop Loss 1.2021 dan Anda masih dapat memperoleh keuntungan dengan perhitungan sebagai berikut: 1.2021 – 1.2000 = 21 poin.
Cara Menentukan Stop Loss Dalam Forex
Setelah mengetahui berbagai cara untuk menetapkan Stop Loss dalam Forex, mungkin Anda akan bertanya: Bagaimana cara menentukan level harga yang tepat untuk menetapkan Stop Loss?
Kita tentu tidak ingin menutup posisi terlalu cepat, yang menyebabkan kehilangan peluang keuntungan hanya karena terburu-buru, sementara harga akhirnya tetap bergerak ke arah yang benar dan mencapai target profit. Namun kita juga tidak ingin menutup order terlalu lambat dan harus menanggung kerugian besar.
Dalam praktiknya, ada banyak cara untuk menentukan Stop Loss, dan trader dapat bebas mengembangkan strategi sendiri yang sesuai dengan gaya trading mereka. Berikut adalah contoh sederhana tentang beberapa cara menentukan Stop Loss dalam Forex:
1. Menggunakan Margin Call dan Stop Out
Margin Call dan Stop Out adalah level harga di mana broker akan memberikan peringatan atau secara otomatis menutup posisi trading ketika modal yang tersedia dianggap tidak cukup untuk mempertahankan posisi yang sedang dibuka. Biasanya, broker Forex akan memberikan peringatan ini sebelum modal habis total, bisa jadi ketika modal tersisa seperti 20%, 50% atau 80%.
Dalam pendekatan pertama ini, trader tidak dapat secara aktif menetapkan level Stop Loss, tetapi hanya bergantung pada level Margin Call dan Stop Out yang ditetapkan oleh broker. Dalam praktiknya, ini adalah cara trading yang cukup tidak aman dan tidak disiplin, tetapi banyak trader baru masih menggunakannya karena belum memahami cara menetapkan Stop Loss dengan benar.
2. Berdasarkan Konsep Manajemen Uang Sederhana
Dalam teori manajemen modal yang paling sederhana, trader tidak boleh mengambil risiko lebih dari 2–3% dari total modal untuk setiap transaksi, sehingga Stop Loss sebaiknya ditempatkan dalam batas ini.
Contoh: Dengan modal trading 1.000 dolar (USD), trader memasang order pada pasangan EUR/USD. Misalkan fluktuasi EUR/USD setiap 1 pip = 0,4 USD. Jika batas kerugian adalah 3% dari modal yaitu = 30 USD, maka Stop Loss perlu ditempatkan pada level: 30 / 0,4 = 75 pips.
Selain teori ini, masih ada banyak konsep manajemen modal lainnya, dan Anda dapat menerapkan metode apa pun yang sesuai dengan gaya trading Anda.
3. Berdasarkan Analisis Teknikal
Cara menentukan Stop Loss dengan analisis teknikal adalah menggunakan chart dan indikator dalam perangkat lunak trading, atau alat analisis lainnya seperti Fibonacci Retracement, Pivot Points, dan metode serupa.


Selanjutnya pilih jumlah poin Trailing Stop yang ingin Anda gunakan. Contohnya, Anda memasang order Buy pada level harga 1.2000, lalu mengatur Trailing Stop 20 poin. Jika harga naik ke 1.2021, maka Trailing Stop diaktifkan dengan cara otomatis memindahkan Stop Loss ke 1.2001. Dan ketika harga naik lagi ke 1.2041, Stop Loss kembali naik ke 1.2021. Bahkan jika harga berbalik turun ke 1.1975, posisi tetap ditutup pada level Stop Loss 1.2021 dan Anda masih dapat memperoleh keuntungan dengan perhitungan sebagai berikut: 1.2021 – 1.2000 = 21 poin.