Apa Itu Spread dalam Trading Forex?

Tradesmart 23 Dec 2025 13 views

Setiap trader yang bertransaksi di pasar Forex pasti akan segera menemui konsep spread. Jadi, apa itu spread, apa peran dari spread, bagaimana cara menghitungnya, dan apa definisi yang tepat dalam trading Forex?

Di antara kita, siapa yang tidak pernah mengalami “spread” (selisih harga beli - jual)? Setiap trader yang bertransaksi di pasar Forex pasti akan segera menemui spread. Namun, sangat sedikit artikel yang mengevaluasi serta menganalisis secara jelas tentang penggunaan spread dan dampak keseluruhannya terhadap trader (terutama bagi pemula). Dalam artikel ini, kita akan bersama-sama memahami spread dan perannya dalam Forex trading (perdagangan valuta asing). Jika kita mengamati sebuah kutipan harga atau harga Forex, kita akan selalu melihat dua level harga yang disertakan yaitu harga bid (jual) dan harga ask (beli).

Thumbnail

Spread adalah selisih antara harga jual (bid) dan harga beli (ask) atau juga disebut sebagai harga sell quote (harga jual) dan buy quote (harga beli). Dalam praktiknya, spread adalah sumber pendapatan yang diperoleh broker (perantara) ketika trader membuka posisi beli atau jual, maka spread akan dihitung segera dari beberapa point hingga puluhan point, tergantung pada pasangan mata uang yang digunakan.

Ukuran spread berbeda-beda antara pasangan mata uang. Bahkan dengan pasangan mata uang yang sama, tingkat spread yang ditawarkan bisa berbeda antara broker Forex. Saat ini, ada dua jenis spread umum yang digunakan oleh broker forex yaitu fixed spread (spread tetap), yang berarti spread tidak berubah terlepas dari kondisi pasar. Dan juga ada broker yang menggunakan floating spread (spread mengambang), di mana spread berubah tergantung pada kondisi pasar, terutama bisa melebar saat pasar bergejolak atau ada berita penting.

Di platform MetaTrader (MT4/MT5), Anda dapat mengamati spread secara real-time seperti yang ditampilkan di bawah ini.

Spread Trading

 

Bagaimana Menghitung Spread?

Spread (selisih harga beli - jual) dihitung dalam pip, yang merupakan unit pengukuran terkecil dalam pergerakan harga sebuah pasangan mata uang. Umumnya 1 pip = 0.0001 untuk sebagian besar pasangan mata uang utama. Ketika bertransaksi Forex atau aset lainnya melalui akun CFD trading (perdagangan kontrak perbedaan) atau spread betting (taruhan selisih harga), trader biasanya harus membayar seluruh spread pada saat membuka order. Semakin kecil spread, semakin rendah biaya transaksi. Namun, Anda perlu ingat bahwa spread rendah terkadang disertai dengan komisi (biaya tambahan). Metode menghitung spread adalah sebagai berikut:

Contoh, harga bid (harga jual) dari pasangan GBP/USD adalah 1.26739 sementara harga ask (harga beli) adalah 1.26749.

Kita dapat menghitung: 1.26749 - 1.26739 = 0.0001.

Ini berarti spread dari pasangan GBP/USD adalah 1.0 pip.

 

Apa yang Menentukan Spread dalam Forex Trading?

Setiap pasangan mata uang Forex biasanya memiliki tingkat spread yang berbeda. Beberapa pasangan sering memiliki spread yang lebih rendah, sementara pasangan lainnya memiliki spread yang lebih tinggi. Jadi, faktor apa yang mempengaruhi perbedaan spread?

  • Perbedaan Nilai Tukar Mata Uang: Perbedaan nilai tukar antara jenis mata uang dalam sebuah pasangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi ukuran spread. Kenaikan harga dari suatu mata uang akan mempengaruhi spread dan sebaliknya.
  • Volatilitas: Pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi biasanya memiliki spread yang lebih lebar.
  • Berita dan Peristiwa Ekonomi: Pengumuman ekonomi atau peristiwa geopolitik penting dapat menyebabkan volatilitas yang kuat di pasar dan dari situ menyebabkan perubahan spread.
  • Jam Perdagangan: Dalam sesi perdagangan besar, seperti ketika sesi London, New York, dan Tokyo beroperasi secara bersamaan, likuiditas lebih tinggi sehingga spread cenderung lebih ketat. Sebaliknya, di luar jam sesi ini, likuiditas biasanya rendah dan dapat menyebabkan spread melebar.
  • Kebijakan Broker: Setiap broker Forex akan memiliki model bisnis yang berbeda, sehingga menentukan spread untuk setiap pasangan juga berbeda. Karena satu broker menawarkan fixed spread (spread tetap) sementara yang lain menggunakan floating spread (spread mengambang).

 

Dampak Spread Terhadap Keuntungan?

Apakah spread sempit atau lebar, selalu memiliki dampak signifikan terhadap margin keuntungan trader. Spread sempit, biasanya terkait dengan likuiditas (liquidity) tinggi dan volatilitas (volatility) rendah, dapat membantu meningkatkan potensi profit dengan cara mengurangi biaya transaksi. Sebaliknya, spread lebar, yang biasanya muncul karena likuiditas rendah dan volatilitas tinggi, akan meningkatkan biaya transaksi dan berdampak negatif pada margin keuntungan.

Contoh, sebuah transaksi yang menghasilkan keuntungan 10 pip dengan spread 5 pip hanya memberikan keuntungan bersih 5 pip, sementara transaksi yang sama dengan spread 1 pip akan memberikan keuntungan bersih 9 pip.

Dampak spread juga bervariasi tergantung pada strategi trading dan gaya trading masing-masing individu. Scalper (trader jangka pendek), yang bergantung pada trading yang sering dengan tujuan keuntungan kecil, akan lebih terpengaruh oleh spread dibandingkan trend follower (trader mengikuti tren) yang trading lebih sedikit tetapi menargetkan keuntungan yang lebih besar.

Contoh, seorang scalper yang melakukan 100 transaksi dengan spread 2 pip akan menanggung biaya spread sebesar 200 pip, mengurangi keuntungan 500 pip menjadi hanya 300 pip. Sementara itu, seorang trend follower yang melakukan 10 transaksi dengan spread yang sama (spread 2 pip) hanya akan menanggung biaya spread 20 pip, mengurangi keuntungan 100 pip menjadi 80 pip.

Trader yang berhati-hati terhadap risiko mungkin lebih memprioritaskan keandalan dan fitur tambahan dari broker daripada hanya fokus pada spread sempit, meskipun itu berarti harus membayar biaya transaksi yang lebih tinggi. Selain itu, untuk mencapai keuntungan yang stabil dalam Forex trading, trader sebaiknya fokus pada pasangan mata uang utama yang memiliki spread rendah.

Sebaliknya, pasangan mata uang di pasar negara berkembang dan pasangan mata uang silang (cross currency pair) biasanya memiliki spread yang lebih lebar karena likuiditas (liquidity) rendah, membuat pencapaian dan pemeliharaan keuntungan yang stabil menjadi lebih sulit.

 

Jenis-Jenis Spread

Ada beberapa jenis spread yang umum digunakan dalam Forex trading. Secara umum, spread dapat dibagi menjadi 2 jenis: Floating spread (spread mengambang) dan Fixed spread (spread tetap). Jadi, apa perbedaan antara kedua jenis ini?

 

Floating Spread

Floating spread (spread mengambang) juga disebut sebagai variable spread (spread variabel). Jenis spread ini dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar. Ketika tingkat volatilitas (volatility) meningkat, spread cenderung melebar dan ketika volatilitas menurun, spread akan menyempit.

  • Keuntungan: Floating spread memiliki kemampuan untuk mencerminkan kondisi pasar yang berubah secara nyata. Ketika volatilitas meningkat, floating spread melebar, membantu broker menutupi risiko likuiditas sekaligus memberikan fleksibilitas bagi trader dalam menghadapi berbagai pergerakan pasar. Dalam situasi spread yang lebar, ini menciptakan peluang bagi trader untuk mendapatkan keuntungan lebih besar jika mereka dapat memanfaatkan pergerakan harga yang signifikan.
  • Kekurangan: Ketika spread berubah, bagi trader yang sudah memiliki posisi terbuka dari awal, ini bukan masalah karena dampaknya biasanya tidak terlalu signifikan, kecuali mereka berada dalam posisi rugi, di mana spread yang melebar dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar. Sebaliknya, bagi trader yang membuka posisi pada saat spread melebar, dampak dari spread akan sangat jelas, karena biaya transaksi awal lebih tinggi. Selain itu, dalam periode pasar yang sangat volatile, banyak trader yang membuka order secara bersamaan dapat menyebabkan keterlambatan dalam eksekusi order, membuat harga eksekusi aktual berbeda dari harga yang diinginkan. Dalam kasus ini, kemungkinan spread yang harus ditanggung trader dapat meningkat dibandingkan yang diharapkan dan membuat tujuan keuntungan sulit dicapai karena keterlambatan. Oleh karena itu, kita harus selalu memantau tingkat spread dari pasangan mata uang yang sedang digunakan sebelum masuk ke dalam transaksi.

 

Fixed Spread

Fixed spread (spread tetap) berarti selisih tetap antara harga Bid (beli) dan Ask (jual) yang ditetapkan sebelumnya oleh setiap broker dan tidak akan mengubah tingkat spread sesuai dengan kondisi pasar. Namun, dalam beberapa kasus khusus, broker Forex masih dapat menyesuaikan spread untuk menyesuaikan.

Meskipun spread ini dapat disebut tetap atau tidak berubah,  tetapi dalam ketentuan yang ditetapkan oleh broker yang menawarkan fixed spread, biasanya ada catatan bahwa “spread dapat melebar ketika terjadi faktor fundamental yang kuat yang mempengaruhi pasar”, terutama pada saat volatilitas harga meningkat, membuat pergerakan pasangan mata uang menjadi sangat cepat.

  • Keuntungan: Keuntungan utama dari fixed spread adalah biaya transaksi yang paling stabil yang membantu trader mengelola modal dan menghitung biaya dengan lebih mudah (terutama bagi trader baru).
  • Kekurangan: Fixed spread biasanya lebih tinggi daripada floating spread dalam kondisi pasar yang tenang. Bagi trader Forex yang berpengalaman, floating spread terasa lebih menarik. Karena ketika volatilitas meningkat, mereka dapat memanfaatkan pergerakan harga yang kuat untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat. Sementara fixed spread tidak mencerminkan fleksibilitas dari kondisi pasar tersebut.

Untuk memahami lebih jelas, mari kita lihat perbandingan di bawah ini:

Sudut Pandang Floating Spread Fixed Spread
Definisi Spread yang bervariasi dan menyesuaikan dengan kondisi pasar. Selisih tetap antara harga Bid dan Ask dengan tingkat fluktuasi kecil.
Keuntungan
  •  Menyesuaikan dengan kondisi pasar yang berubah.
  • Dapat melebar saat volatilitas tinggi, memberikan peluang keuntungan dari pergerakan harga yang kuat.
  • Menyediakan biaya transaksi yang stabil dan mudah diprediksi.
  • Membantu trader lebih mudah mengelola modal dan rencana trading secara keseluruhan.
Kekurangan
  • Spread dapat melebar secara signifikan dalam pasar yang volatile.
  • Keterlambatan saat membuka posisi dapat menyebabkan biaya tinggi atau kehilangan target keuntungan.
  • Biaya trading sulit diprediksi sebelumnya.
  • Spread biasanya lebih tinggi daripada floating spread saat pasar tenang.
  • Kurang fleksibel dalam periode volatilitas yang tinggi, sehingga dapat kehilangan banyak peluang jangka pendek dibandingkan dengan floating spread.
Cocok untuk Trader yang ingin memanfaatkan pergerakan pasar yang tidak stabil dan menerima biaya trading yang berubah. Trader yang menyukai biaya yang stabil, mudah diprediksi, dan lebih mudah mengelola modal, terutama bagi pemula.

 

Jenis Spread Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada pernyataan yang menyatakan bahwa memilih fixed spread atau floating spread lebih baik, karena setiap pilihan tergantung pada preferensi, kebutuhan, dan tingkat pengalaman masing-masing trader. Kedua jenis spread memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Contoh, trader yang baru terjun ke Forex trading biasanya merasa lebih nyaman dan lebih mudah mengontrol dengan fixed spread karena biaya transaksi lebih mudah diprediksi sejak awal. Selain itu, bagi trader yang menerapkan strategi scalping (trading jangka pendek), fixed spread juga dapat memberikan keuntungan lebih karena membantu perhitungan titik masuk order, take profit, stop loss secara akurat dan biaya transaksi yang stabil lebih mudah diprediksi.

Sebaliknya, floating spread memiliki kemampuan untuk menyesuaikan secara fleksibel dengan kondisi pasar yang berubah, memberikan keuntungan saat pasar bergejolak (volatility) tinggi. Trader dapat lebih proaktif dalam mengontrol biaya transaksi, karena mereka dapat langsung melihat perubahan spread secara real-time.

Kembali Ke Daftar Artikel

Artikel Broker Terpopuler

lihat semua