Aksi Profit Taking dalam Trading dan Investasi

Sheila Tanaka 05 Nov 2025 62 views

Meskipun sering banyak disebut dalam strategi dan analisa trading, masih banyak trader yang salah tangkap memahami apa itu aksi profit taking. Simak cara tepat memaksimalkan aksi profit taking di sini.

Istilah profit taking dalam trading dan investasi tentu sering terdengar saat kalian belajar. Aksi tersebut seringkali dikaitkan dengan imbal hasil atau keuntungan setelah berhasil mengeksekusi strategi dengan baik.

Pada umumnya, profit taking adalah proses likuidasi dari posisi trading yang sedang berjalan atau aset investasi yang telah sekian lama di-hold. Sederhananya, pada momen inilah trader berkesempatan untuk mengambil keuntungan.

aksi profit taking

Secara teknikal, aksi profit taking biasanya dieksekusi dengan cara menutup posisi trading. Misalnya, trader forex seringkali melakukan aksi profit taking menjelang rilis laporan berdampak tinggi (NFP, pengumuman suku bunga bank sentral, dsb.), sementara investor saham umumnya melakukan aksi profit taking setelah perusahaan atau emiten melepas dividen ke para pemegang saham.

Untuk dapat menikmati keuntungan saat profit taking, tren harga terkini harus bergerak (floating) ke arah yang menguntungkan trader. Itu artinya, seorang trader harus menahan posisi sampai harga asetnya lebih tinggi dari harga beli di awal, atau jika posisi yang dibuka adalah sell, maka lebih rendah dari harga jual.

 

Indikator yang Sesuai untuk Profit Taking

Pada poin sebelumnya, telah dijelaskan bahwa perubahan tren merupakan salah satu momen emas untuk melakukan aksi profit taking. Lalu, bagaimana cara melacak perubahan tren?

Salah satu cara untuk mengetahui perubahan tren adalah dengan memanfaatkan indikator Moving Average. Indikator ini memberikan informasi pergerakan harga dalam sebuah periode tertentu.

Untuk membaca tren sekaligus mendapatkan sinyal entry dan exit, kalian bisa menggunakan 2 garis MA pada periode yang berbeda, lalu melihat persilangan antara 2 garis tersebut. Jika MA berperiode pendek memotong MA berperiode panjang ke arah atas, maka menunjukkan perubahan tren menjadi naik (sinyal beli). Di sisi lain, MA periode pendek yang memotong ke bawah MA periode panjang biasanya menandakan pembalikan tren menjadi turun (sinyal jual).

 

Apa Dampak Aksi Profit Taking pada Trading Dan Investasi?

Dalam praktek nyatanya, tak semua trader berkesempatan mendapat keuntungan selama pasar dikuasai oleh aksi profit taking. Hal tersebut dikarenakan likuiditas pasar forex atau saham dapat terganggu jika banyak trader melakukan aksi profit taking secara bersamaan. Selain itu, ada pula risiko membuka posisi di saat yang tidak tepat.

Misalnya, investor A berharap untuk mendapat cuan dengan sekedar ikut-ikutan membeli saham selama aksi profit taking sedang ramai. Sayangnya, trader A tersebut gagal untuk merealisasikan keuntungan, karena tidak beberapa lama kemudian, nilai saham mengalami koreksi (penurunan sementara). Akibatnya, sering terjadi fenomena saham nyangkut atau posisi trading kena locking di kalangan trader pemula.

Jika kalian adalah investor jangka panjang, aksi profit taking juga bisa menyebabkan perubahan kondisi di luar kewajaran pada portofolio. Kalian mungkin akan melihat nilai aset meningkat secara drastis dalam sebuah periode, lalu menurun dengan tajam. Di sinilah komitmen kalian terhadap trading plan dan selera risiko seringkali diuji.

 

Cara Profit Taking yang Tepat Agar Cuan Maksimal

Agar kesempatan untuk meraih profit konsisten lebih tinggi, kalian wajib mempelajari beberapa tips dan pedoman sederhana untuk profit taking dengan tepat:

 

Persiapkan Strategi Dengan Matang

Agar profit konsisten, kalian tak boleh asal-asalan menutup posisi trading atau menjual aset investasi tanpa strategi dan persiapan yang tepat. Pada umumnya, trader atau investor profesional hanya akan berkomitmen untuk membuka posisi trading atau membeli aset jika instrumen yang dipilih menampilkan peluang yang benar-benar bagus.

Jika kalian memanfaatkan rumor atau momen rilis laporan berdampak tinggi untuk melakukan aksi profit taking, pahami juga bahwa efek dari sebuah kabar seringkali tidak bertahan lama. Jadi, jangan memaksakan diri untuk mengambil aksi hanya karena FOMO.

 

Manfaatkan Tools Trading yang Ada

Meskipun terlihat "hanya duduk saja", trading merupakan aktivitas yang menguras energi. Ketika banyak berita besar dan pasar sedang mengalami volatilitas tinggi, tingkat stress bisa naik dan trader terpicu untuk melakukan aksi di luar trading plan.

Nah, daripada mengawasi platform trading 24 jam non-stop, akan lebih baik jika kalian menggunakan tool Take Profit (TP) yang telah disediakan di platform. Untuk memasang level TP yang akurat, kalian bisa menggunakan metode Price Action atau menentukan rasio R/R.

Kembali Ke Daftar Artikel

Artikel Broker Terpopuler

lihat semua