3 Aturan Broker Forex yang Paling Sering Dilanggar Trader
Ada beberapa pelanggaran aturan dari forex broker yang sering disalahkan kepada trader. Jika Anda memahami dengan jelas poin-poin inti, Anda pasti dapat menghindarinya.
Bagi trader forex yang sudah berpengalaman hampir pasti pernah mengalami masalah seperti menerima email peringatan atau pemberitahuan dari broker forex. Isi pesan bisa berkisar dari “penarikan gagal karena tidak cukup modal” hingga “anda dicurigai melanggar xxx sehingga profit dibatalkan”, dan masih banyak kasus lainnya. Peringatan dan pemberitahuan semacam itu berkaitan dengan banyak pelanggaran regulasi dari broker forex yang sering kali tidak disadari oleh trader, baik karena ketidaktahuan atau menganggap broker forex mengizinkannya.
Pelanggaran semacam itu dapat menyebabkan trader mengalami kerugian yang signifikan. Pada kenyataannya, jika teridentifikasi lebih awal, trader dapat dengan mudah menghindarinya. Oleh karena itu, untuk membantu Anda mengenali “jebakan” semacam ini, mari kita lihat tiga jenis pelanggaran regulasi dari broker forex yang sering dilakukan trader di bawah ini.
![]()
1. Penarikan Dana Saat Masih Ada Posisi Floating
Pada dasarnya, trader dapat menarik dana dari broker forex kapan saja. Namun, jika Anda melakukannya saat masih ada posisi yang belum ditutup, atau yang biasa disebut sebagai floating positions, maka permintaan penarikan gagal. Mengapa demikian? Karena fluktuasi harga di pasar dapat berdampak negatif pada saldo Anda hingga tidak cukup untuk jumlah penarikan. Selain itu, banyak broker forex melarang penarikan saat masih ada floating positions karena available margin atau free margin dapat berkurang drastis setelah penarikan, membuat Anda rentan terhadap margin call.
Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda hanya menarik dana dari akun trading setelah semua posisi telah ditutup. Saat mengisi formulir penarikan, pastikan semua informasi diisi dengan benar, tanpa kesalahan seperti typo yang dapat mengakibatkan konsekuensi serius.
Banyak broker mengizinkan penarikan saat masih ada trade yang terbuka, asalkan saldo yang tersisa dalam akun memenuhi persyaratan margin. Broker menyatakan bahwa jika Anda memiliki posisi terbuka saat mengajukan permintaan penarikan, memastikan akun memiliki cukup funds untuk mendukung posisi tersebut adalah sangat penting. Jika tidak, posisi tersebut akan otomatis ditutup karena tidak cukup margin.
Dalam diskusi antara trader, beberapa orang telah melaporkan tentang broker yang mengharuskan semua trade ditutup sebelum memproses permintaan penarikan. Misalnya, seseorang yang menggunakan forum BabyPips telah bertanya tentang kebijakan broker yang mengharuskan penutupan semua trade sebelum melakukan penarikan.
2. Trading Forex Dengan IP Yang Berubah
Alamat IP atau Internet Protocol adalah “alamat” dari komputer atau perangkat Anda, yang memberi tahu internet di mana mengirim email atau data lainnya. Alamat IP dari komputer atau perangkat dapat tetap atau dapat berubah. Ada cara yang dianggap dapat mencegah IP berubah, tetapi secara umum IP yang kita gunakan masih dapat berubah meskipun menggunakan ISP yang sama.
Apakah IP tetap atau berubah seharusnya tidak menjadi masalah besar. Namun, beberapa trader telah menerima peringatan karena dituduh menggunakan IP yang berubah, sehingga dana dalam akun tidak dapat ditarik. Jadi, apakah trading forex harus menggunakan satu IP yang sama atau diperbolehkan untuk berubah?
Umumnya, broker forex mengizinkan trading forex dengan IP yang berubah. Namun, ada situasi tertentu yang membuat mereka melarang hal ini, seperti dalam kompetisi trading forex atau program promosi akun bonus besar. Dalam kasus seperti itu, trader yang ingin berpartisipasi dalam kontes trading atau menerima akun bonus besar sering dilarang menggunakan IP yang berubah.
Untuk mengatasi masalah ini, Anda sebaiknya memeriksa dengan cermat syarat dan ketentuan dari kontes atau bonus yang ingin Anda ikuti. Pastikan untuk mengonfirmasi langsung dengan layanan pelanggan dari broker forex jika masih belum jelas. Pelanggaran regulasi dari broker forex ini dapat dengan mudah dihindari jika Anda membaca dengan seksama Syarat dan Ketentuan di situs web broker sejak awal pendaftaran.
Misalnya, TheTradingPit mencatat bahwa alamat IP yang berubah beberapa kali dalam satu hari dapat menimbulkan kecurigaan tentang berbagi akun, yang dilarang.
Demikian pula, FundedNext merekomendasikan trader hanya menggunakan maksimal dua perangkat, ponsel dan komputer pribadi, untuk menjaga integritas akun.
Dalam sebuah diskusi di forum BabyPips, seorang trader bertanya apakah broker dapat menggunakan login dari alamat IP sebagai alasan untuk menolak penarikan atau tidak. Seseorang menjawab bahwa mereka tidak mengalami masalah serupa dan menyarankan untuk berhati-hati saat berurusan dengan broker semacam itu.
3. Melakukan Teknik Arbitrage Atau Dituduh Arbitrage
Arbitrage adalah teknik trading yang kontroversial, memanfaatkan perbedaan harga yang dilaporkan dari dua atau lebih broker forex. Teknik ini berpotensi merugikan broker, sehingga sebagian besar broker forex melarang arbitrage meskipun mereka mengizinkan sebagian besar teknik trading lainnya. Namun, juga cukup umum bagi seorang broker forex menuduh trader melakukan arbitrage padahal trader sebenarnya tidak melakukan hal tersebut. Apa penyebabnya?

Dalam kasus ini, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh trader. broker forex tidak akan tahu apakah Anda melakukan arbitrage atau tidak, kecuali jika banyak broker Anda menggunakan penyedia likuiditas yang sama, atau Anda menggunakan alat yang dilarang yang dapat dideteksi oleh broker forex. Oleh karena itu, sebagian besar tuduhan arbitrage yang dikenakan kepada trader sebenarnya tidak memiliki bukti dan tidak berdasar. Tidak perlu berpikir terlalu banyak, karena sangat mungkin kesalahan tidak terletak pada Anda sebagai trader.
Contoh kasus 1:
Seorang trader telah membagikan pengalaman mereka di Reddit, mendeskripsikan secara rinci upaya arbitrage dengan broker. Mereka menyatakan bahwa sekitar 70 persen trade menguntungkan, 10 persen impas, dan 20 persen mengalami kerugian. Dalam lebih dari sebulan, mereka mengumpulkan sekitar £4,000 profit. Namun, broker telah mengidentifikasi strategi arbitrage dan mengambil tindakan untuk menghentikan aktivitas ini, membuat trader meninggalkan pendekatan tersebut.Contoh kasus 2:
Dalam sebuah diskusi di forum Forex Factory, seorang trader menceritakan kejadian broker membalikkan profit senilai $19,276.33 dengan tuduhan menggunakan arbitrage. Broker menganggap aktivitas trading ini sebagai penipuan, yang mengakibatkan hilangnya seluruh profit dan hanya menyisakan kerugian dalam akun.
Jika Anda menerima surat dari broker forex yang menuduh Anda melakukan arbitrage padahal Anda sama sekali tidak melakukan hal tersebut, dan mereka sepihak memotong profit Anda, maka Anda dapat menganggap itu sebagai perilaku tidak jujur dari broker forex. Dalam kasus seperti itu, Anda mungkin tidak dapat mendapatkan kembali dana yang telah “dipotong” oleh broker forex. Namun, Anda sepenuhnya dapat beralih ke broker forex lain yang lebih terpercaya.