Dolar AS Rebound Setelah Pernyataan Keras Trump Soal Iran

Tatiana Park 02 Apr 2026 8 views

Penguatan Dolar AS kembali terjadi setelah pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran pasar global. Sikap ini berbanding terbalik dengan optimismenya di awal pekan yang meyakini perang akan berakhir dalam waktu dekat.

Indeks Dolar AS (DXY) berhasil kembali menembus level 100.00 pada perdagangan Kamis (2 April). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat setelah Trump menyampaikan sikap yang lebih keras terkait konflik dengan Iran.

Dolar menguat karena Trump

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan rencana untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran dalam waktu dekat. Ia juga tidak memberikan kejelasan mengenai pembukaan blokade di Selat Hormuz maupun potensi berakhirnya konflik.

Respons dari pihak Iran pun tidak kalah tegas. Militer negara tersebut memperingatkan akan melancarkan serangan balasan yang disebut akan lebih luas dan destruktif terhadap kepentingan AS dan sekutunya. Perkembangan ini tak pelak memperbesar ketidakpastian di pasar.

Padahal, optimisme awal pekan sempat mengarah pada peluang perdamaian. Kondisi kontras ini membuat pasar komoditas dan valuta asing langsung berbalik arah. Harga minyak mentah Brent melonjak tajam sekitar 9% dalam perdagangan intraday, dari kisaran 101.70 hingga mencapai 112.60.

Di pasar mata uang, penguatan Dolar AS menekan mayoritas mata uang lainnya. Pasangan GBP/USD, AUD/USD, dan NZD/USD mencatat penurunan paling dalam hingga lebih dari 0.7%. Sementara itu, EUR/USD melemah sekitar 0.6%, dan USD/JPY naik lebih dari 0.5% mendekati level psikologis 160.00. Dolar menjadi pilihan favorit para pelaku pasar saat eskalasi konflik karena perannya sebagai mata uang safe haven sekaligus status AS sebagai negara produsen minyak.

Menurut Carol Kong, pernyataan Trump belum mampu memberikan kepastian bagi pasar. Ia menilai pelaku pasar mulai menyadari bahwa konflik kemungkinan akan terus meningkat sebelum akhirnya mereda.

Kong juga memperkirakan Dolar AS masih berpotensi menguat lebih lanjut. Hal ini didorong oleh kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global secara signifikan.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua