Dolar Naik Terus, Yen Tertahan Ancaman Intervensi Jepang

Tatiana Park 30 Mar 2026 13 views

Penguatan Dolar AS terus berlanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global, meskipun pergerakan USD/JPY tertahan akibat sinyal intervensi dari otoritas Jepang.

Mata uang Dolar AS menunjukkan kinerja solid terhadap sebagian besar mata uang mayor sejak awal perdagangan hari Senin (30 Maret). Indeks Dolar AS (DXY) bahkan sempat naik ke kisaran 100.50 pada awal sesi New York, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi.

Dolar AS naik terus

Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama penggerak pasar. Pemerintah Iran menolak proposal damai dari Amerika Serikat karena dinilai tidak realistis dan berlebihan. Di saat yang sama, konflik bersenjata antara Iran dan Israel terus berlanjut, dengan keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman yang semakin memperluas eskalasi.

Memasuki bulan kedua, konflik tersebut memicu kekhawatiran baru terkait lonjakan harga energi, khususnya minyak. Pasar mulai mengantisipasi dampak inflasi yang lebih tinggi secara global, yang berpotensi menekan daya beli dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Noel Dixon dari State Street Global Markets menilai perhatian investor kini mulai bergeser ke risiko pertumbuhan ekonomi. Ia menyoroti bahwa kawasan seperti Inggris dan Uni Eropa menjadi pihak yang paling rentan terhadap tekanan tersebut.

Di pasar valuta asing, tekanan terhadap mata uang utama terlihat cukup jelas. EUR/USD melemah ke level terendah dalam sepekan di kisaran 1.1450, sementara GBP/USD jatuh ke titik terendah sejak Desember 2025. Mata uang berbasis komoditas juga mengalami tekanan, namun USD/CHF naik ke level tertinggi sejak pertengahan Januari 2026.

Sementara itu, pergerakan USD/JPY menjadi sorotan tersendiri. Pasangan mata uang ini sempat menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024 di 160.46 pada sesi Asia, sebelum akhirnya terkoreksi ke area 159.50. Pelemahan lanjutan Yen tertahan setelah otoritas Jepang memberikan peringatan keras terkait kemungkinan intervensi di pasar valuta asing.

Atsushi Mimura menyatakan bahwa pemerintah Jepang siap mengambil langkah tegas jika pergerakan spekulatif terus berlanjut. Senada, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menegaskan pihaknya terus memantau nilai tukar secara ketat mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan harga domestik.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua