Trump Senang Dolar AS Lemah, Aksi Jual USD Berlanjut

Tatiana Park 28 Jan 2026 15 views

Alih-alih menunjukkan kekhawatiran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyambut depresiasi Dolar AS dengan nada optimistis. Sikap ini mendorong pasar untuk melanjutkan aksi jual terhadap Greenback.

Indeks Dolar AS (DXY) sempat anjlok lebih dari 1% pada perdagangan semalam hingga menyentuh level 95.55 — titik terlemah sejak awal 2022. Pada pembukaan perdagangan pagi ini (28 Januari), Dolar sempat mengalami pemulihan terbatas, namun tetap tertahan di sekitar level 96.00 hingga akhir sesi Asia.

Dolar AS lemah

Pelemahan tajam tersebut dipicu oleh pernyataan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Iowa mengenai merosotnya nilai Dolar. Ia menyebut kondisi itu sebagai hal yang menguntungkan.

"Saya rasa ini bagus. Dolar berkinerja sangat baik," ujar Trump.

Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa ia mampu menggerakkan kurs Dolar naik dan turun "seperti yoyo". Meski begitu, ia menegaskan preferensinya agar mata uang AS menemukan level alami yang wajar.

Pernyataan tersebut segera direspons negatif oleh pelaku pasar. Tekanan jual terhadap Dolar meningkat, menyebabkan Greenback mencatatkan performa harian terburuk sejak April 2025.

Komentar Presiden AS itu juga menambah premi risiko bagi investor yang memegang aset berdenominasi USD. Pasar kini tidak hanya memperhitungkan dampak kebijakan tarif Trump, isu independensi bank sentral AS, serta ketegangan geopolitik global, tetapi juga potensi intervensi valuta asing oleh otoritas Amerika Serikat.

KBC Bank menilai sinyal pemerintah AS semakin jelas. "Kesiapan Amerika Serikat untuk menjual mata uangnya guna 'membantu' Jepang menstabilkan Yen menunjukkan bahwa Washington, setidaknya untuk saat ini, tidak berupaya menghalangi perdagangan yang melemahkan Dolar," tulis KBC.

Sementara itu, perhatian pasar kini beralih ke hasil pertemuan FOMC. Konsensus memperkirakan suku bunga akan dipertahankan, sehingga fokus utama tertuju pada pernyataan The Fed mengenai independensinya serta arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, pasar juga mencermati kemungkinan Trump mengumumkan kandidat resmi ketua The Fed berikutnya dalam waktu dekat.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua