Bursa Calon Ketua The Fed 2026: Empat Nama yang Mengemuka

Tatiana Park 02 Jan 2026 59 views

Dengan empat nama tersisa, proses seleksi Ketua The Fed selanjutnya diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama pasar global. Berikut profil singkat masing-masing sosok calon pengganti Jerome Powell.

Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve akan berakhir pada Mei 2026. Seiring mendekatnya tenggat tersebut, perhatian pasar dan publik tertuju pada siapa yang akan memimpin bank sentral AS selanjutnya.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa daftar kandidat kini menyusut dari lima menjadi empat nama. Mereka adalah Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, serta Chief Investment Officer BlackRock Rick Rieder. Sementara itu, Gubernur The Fed Michelle Bowman dipastikan tersingkir dari bursa.

Calon pengganti Powell

 

Kevin Warsh, Sang Elang yang Berbalik Arah

Kevin Warsh bukan sosok asing di Federal Reserve. Ia pernah duduk sebagai Gubernur The Fed pada periode 2006-2011. Setelah meninggalkan bank sentral, Warsh justru dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan The Fed di era Janet Yellen dan Jerome Powell.

Menariknya, sikap kebijakan Warsh mengalami pergeseran. Jika dulu ia dikenal hawkish dan sangat menekankan pengendalian inflasi melalui suku bunga tinggi, kini ia lebih condong mendorong pelonggaran moneter. Pengalaman panjang, jaringan politik yang kuat, serta kedekatan keluarganya dengan lingkaran Donald Trump menjadikan Warsh kerap disebut sebagai kandidat terkuat saat ini.

 

Kevin Hassett, Loyalis Gedung Putih

Nama Hassett sudah lama beredar sebagai calon favorit Trump. Loyalitasnya terhadap sang presiden membuat sebagian pihak meragukan independensinya bila memimpin The Fed.

Dalam wawancara dengan CNBC awal Desember, Hassett menegaskan pentingnya independensi bank sentral, sembari menyatakan dukungan terhadap penurunan suku bunga. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter harus berlandaskan konsensus berbasis data.

Namun, keraguan pasar tetap besar. The Financial Times melaporkan kekhawatiran investor obligasi bahwa Hassett bisa mendorong pemangkasan bunga terlalu agresif, sehingga menimbulkan risiko bagi stabilitas keuangan.

 

Christopher Waller, Teknokrat Pilihan Pasar

Christopher Waller disebut menjalani wawancara yang positif dengan Trump pada Desember lalu. Meski dukungan politiknya tidak sekuat dua nama sebelumnya, Waller justru mendapat tempat khusus di kalangan Wall Street.

Ia dinilai memiliki rekam jejak solid dan pemahaman mendalam soal kebijakan moneter. Selain itu, penunjukan Waller berpotensi membuka satu kursi kosong di Dewan Gubernur The Fed, yang bisa diisi tokoh berhaluan dovish. Skenario ini dinilai meningkatkan peluang penurunan suku bunga ke depan.

 

Rick Rieder, Kuda Hitam Wall Street

Rick Rieder menjadi kandidat paling rendah sorotan. Meski Trump dikabarkan sempat berencana mewawancarainya di Mar-a-Lago, belum ada perkembangan lanjutan. Dalam pernyataan publik, Rieder memilih bersikap hati-hati dan enggan mengungkap pandangan kebijakannya. Ia menyebut pencalonan tersebut sebagai kehormatan besar.

Sebagai praktisi pasar, Rieder kemungkinan besar akan bersikap akomodatif terhadap kondisi keuangan global. Ia memahami sensitivitas pasar obligasi, likuiditas, dan risiko sistemik.

Namun, minimnya rekam jejak kebijakan moneter membuat arah kebijakannya paling sulit diprediksi.

 

Siapa yang Akan Terpilih?

Dengan empat nama yang tersisa, persaingan menuju kursi Ketua The Fed semakin ketat. Warsh unggul berkat pengalaman dan koneksi politik, Hassett membawa loyalitas namun menuai keraguan pasar, Waller dianggap pilihan paling realistis, sementara Rieder masih menjadi kartu misterius. Siapapun yang terpilih, kebijakan suku bunga longgar tampak menjadi skenario yang tak terbantahkan. Perbedaan hanya akan terlihat pada seberapa agresif suku bunga diturunkan nantinya.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua