Dolar AS Menguat Berkat Spekulasi Penunjukan Kevin Warsh
Dolar naik seiring meningkatnya isu pasar terkait nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Harapan bahwa Warsh mampu menjaga independensi dan kredibilitas bank sentral AS menjadi sentimen positif bagi mata uang Amerika Serikat.
Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik ke kisaran 96.70 pada perdagangan sesi Asia, Jumat (30/Januari). Penguatan ini muncul setelah pasar merespons laporan terbaru mengenai rencana Presiden AS Donald Trump untuk segera mengumumkan calon pengganti Jerome Powell.
![]()
Pada sesi perdagangan New York sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump dijadwalkan menyampaikan pengumuman resmi terkait Ketua The Fed baru pada hari ini. Kevin Warsh disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut mulai Mei mendatang.
Warsh bukan sosok baru di lingkungan The Fed. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Federal Reserve pada periode 2006–2011 dan dikenal memiliki pandangan kebijakan yang relatif hawkish. Meski dalam beberapa tahun terakhir sikapnya dinilai lebih dovish, terutama dengan mendukung penurunan suku bunga di era Trump, banyak pelaku pasar tetap melihatnya sebagai figur yang paling "keras" dibanding kandidat lainnya. Selain itu, Warsh juga dianggap memiliki dukungan politik yang cukup solid.
Para analis menilai, jika Warsh benar-benar ditunjuk, ia cenderung akan menerapkan pendekatan kebijakan yang lebih konvensional dalam mengarahkan pelonggaran moneter ke depan. Kondisi ini dinilai mampu membantu Dolar AS stabil dalam jangka pendek, terutama setelah tekanan yang dialami mata uang tersebut sepanjang pekan ini.
Kepala Riset Asia ANZ Bank di Singapura, Khoon Goh, mengatakan bahwa sosok Warsh dipersepsikan pasar sebagai figur yang relatif independen. "Jika Warsh benar-benar diangkat, ia akan dipandang sebagai seseorang yang mampu menjaga jarak dari tekanan politik dan tidak sekadar mengikuti keinginan Trump," ujarnya.
Meski demikian, prospek jangka panjang Dolar AS masih banyak diragukan. Sejumlah kebijakan kontroversial pemerintahan Trump dinilai berpotensi terus membebani sentimen pasar dan menjaga tren pelemahan dolar dalam cakupan yang lebih luas.
Untuk itu, Khoon Goh menyorot banyaknya pelaku pasar yang cenderung mengurangi eksposur mereka jelang akhir pekan. "Trader yang bijak biasanya tidak menahan posisi besar hingga akhir pekan. Jika Anda sudah mengambil posisi short dolar dan memperoleh keuntungan, wajar jika saat ini memilih mengamankan profit," kata Goh.