Yen Menguat Usai Peringatan Pemerintah, Reli USD/JPY Terhambat

Tatiana Park 17 Jan 2026 12 views

Tekanan pelemahan Yen mungkin belum berakhir. Namun, bayang-bayang intervensi pemerintah Jepang dan Amerika Serikat kembali menjadi faktor penahan laju penguatan USD/JPY.

Pasangan USD/JPY merosot hingga menembus area 158.00 pada perdagangan Jumat (16 Januari). Penguatan mendadak Yen dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang melontarkan peringatan keras terkait volatilitas nilai tukar.

USDJPY Turun

Katayama menegaskan pemerintah siap mengambil "langkah tegas" untuk meredam gejolak Yen dengan memanfaatkan "seluruh opsi yang tersedia". Langkah tersebut disebut dapat mencakup intervensi pasar yang dilakukan secara terkoordinasi bersama Amerika Serikat.

Ia juga menyinggung pernyataan bersama Jepang-AS yang ditandatangani pada September 2025, yang menurutnya "sangat penting" karena memuat klausul mengenai kemungkinan intervensi nilai tukar.

Pernyataan itu langsung mengguncang sentimen pasar. Para pelaku yang sebelumnya bersiap menjual Yen mengurungkan niatnya, terutama ketika USD/JPY bergerak mendekati zona sensitif 160.00 yang kerap dianggap sebagai "area gerbang intervensi." Sebaliknya, minat beli Yen tampak menguat setelah sinyal peringatan tersebut muncul.

Meski demikian, sejumlah analis menilai tren pelemahan Yen masih berpotensi berlanjut di tengah ketidakpastian politik domestik dan arah kebijakan moneter Jepang. Namun, ancaman intervensi diperkirakan akan terus membatasi ruang kenaikan USD/JPY.

Shinichiro Kadota, Kepala Strategi Forex dan Suku Bunga Jepang di Barclays Tokyo, menuturkan bahwa laporan mengenai rencana pembubaran majelis rendah telah memicu tekanan depresiasi JPY sehingga pihaknya memperpanjang target beli USD/JPY. Namun, risiko intervensi tetap berpotensi menahan kenaikan lebih lanjut.

 

Dolar AS Tetap Tangguh

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Indeks tersebut menyentuh level tertinggi dalam satu setengah bulan di kisaran 99.40, didorong oleh rilis data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan.

Dolar AS juga memperoleh dorongan tambahan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global. Militer Denmark dilaporkan memperkuat kehadirannya di Greenland untuk mengantisipasi potensi langkah akuisisi oleh AS. Pada saat bersamaan, kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden Trump mengirim dua kapal perang ke Timur Tengah, memicu spekulasi kemungkinan serangan terhadap Iran.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua