GBP/USD Turun Menjelang Rilis Anggaran Inggris

Tatiana Park 24 Nov 2025 22 views

Risiko terburuk dari pengumuman anggaran pemerintah Inggris biasanya berdampak negatif bagi Pounds. Akan tetapi, para analis justru berpandangan optimis terhadap GBP/USD. Mengapa demikian?

Pound Sterling terus berada dalam tekanan selama dua bulan terakhir akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terkait arah kebijakan fiskal pemerintah Inggris. Pada perdagangan hari ini (24 November), pasangan GBP/USD masih tertahan di bawah level 1.3100. Sementara itu, EUR/GBP sempat menembus rekor baru di atas 0.8860 pada pekan lalu. Ketidakpastian ini diperkirakan baru mereda setelah Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, memaparkan Anggaran Musim Gugur pada Rabu esok.

GBPUSD Hari Ini

Pergerakan di berbagai pasangan mata uang yang berhubungan dengan Sterling juga cenderung tenang dalam beberapa sesi terakhir. Para pelaku pasar tampak lebih memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi baru. Di sisi lain, sejumlah analis mulai menakar kemungkinan reaksi Sterling setelah isi anggaran tersebut dipublikasikan.

Ancaman terbesar bagi Pound muncul apabila Reeves gagal menghadirkan rencana anggaran yang meyakinkan bagi investor. Dalam skenario tersebut, pemerintah bisa saja mencoba meningkatkan penerimaan pajak dengan pendekatan yang kurang efektif, atau menambah beban utang tanpa memperhatikan kebutuhan konsolidasi fiskal.

Secara historis, ketidakpastian seperti itu kerap memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris dan menekan nilai tukar Pound. Namun, sebagian analis menilai dampak kali ini mungkin tidak separah biasanya karena pasar sudah lebih dulu mendiskon risiko tersebut lewat aksi jual Sterling dalam beberapa waktu terakhir. Justru, jika anggaran yang disampaikan Reeves tidak keluar jauh dari ekspektasi, Pound berpeluang memantul.

Apalagi, jika rencana anggaran itu ternyata lebih solid daripada perkiraan, Sterling bisa mendapatkan dorongan tambahan. Tantangannya, nilai tukar Pound saat ini sudah berada di area yang relatif rendah. Dengan kata lain, ruang untuk pemulihan cukup terbuka selama anggaran yang diumumkan tidak mengecewakan.

Menurut Kantor Kepala Investasi UBS, pergerakan Pounds saat ini telah memperhitungkan  risiko fiskal selama sebulan terakhir dan reli USD. Jadi meskipun anggaran musim gugur menghadirkan risiko dua arah, GBP/USD masih bisa melaju hingga 1.34 pada akhir tahun.

Prioritas utama pemerintah Inggris sekarang adalah memastikan kesehatan fiskal dengan sebaik mungkin. Para pakar optimis akan hal itu, sehingga risiko fiskal semestinya sudah tidak menjadi kekhawatiran bagi GBP.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua