Dolar AS Turun, Pasar Menanti Langkah The Fed dan BoJ

Tatiana Park 01 Dec 2025 38 views

Pergerakan Dolar AS terhadap Yen bergejolak menghadapi prospek suku bunga Fed dan Bank of Japan yang bertentangan. Keduanya sama-sama akan mengumumkan kebijakan suku bunga yang krusial bulan ini.

Nilai tukar Dolar AS jatuh tajam sejak awal perdagangan pekan ini, terutama pada pasangan USD/JPY. Mata uang Paman Sam melemah sekitar 0.9% menjelang pembukaan sesi New York pada 1 Desember, dipicu spekulasi bahwa The Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga, sementara Bank of Japan (BoJ) justru diprediksi akan menaikkannya bulan ini.

USDJPY

Komentar salah satu dari tiga petinggi Federal Reserve pada pekan lalu mempertegas harapan pasar bahwa pemangkasan suku bunga acuan AS dapat terjadi dalam pertemuan FOMC 9-10 Desember 2025. Sikap ini berbalik dari kesimpulan pasar seusai pertemuan FOMC sebelumnya, sehingga memicu aksi jual agresif terhadap Dolar AS.

Di sisi lain, Jepang terus menyampaikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish. Gubernur BoJ Kazuo Ueda tadi pagi menyampaikan bahwa bank sentral tengah menimbang berbagai implikasi kenaikan suku bunga dan akan mengambil keputusan yang paling tepat pada pertemuan 18–19 Desember 2025.

Usai pernyataan Ueda, peluang kenaikan suku bunga BoJ bulan Desember melonjak dari sekitar 58% menjadi 76%. Probabilitas kenaikan pada Januari juga meningkat hingga 94%, menurut data pasar uang.

Perubahan ekspektasi ini turut mendorong penguatan Yen secara luas. Pasangan EUR/JPY dan GBP/JPY masing-masing turun sekitar 0.5% dan 0.6%, sementara AUD/JPY melemah hingga 0,7%.

Para analis kini mengamati seberapa kuat sinyal hawkish yang akan disampaikan BoJ. Kenaikan suku bunga satu kali dinilai belum cukup untuk memberi dorongan reli Yen secara berkelanjutan; pasar menunggu apakah BoJ akan mengambil langkah pengetatan lebih dari sekali.

Christopher Wong, pakar strategi mata uang OCBC, menyampaikan bahwa pernyataan terbaru bank sentral mencerminkan persiapan matang menjelang potensi kenaikan suku bunga, sehingga hal itu kemungkinan besar akan terjadi kenaikan pada rapat Desember atau Januari. Namun, pemulihan Yen kemungkinan akan membutuhkan BoJ untuk melanjutkan kenaikan suku bunga dengan arahan yang lebih kuat. Ia sendiri memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember saja.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua