Dolar Tetap Kuat Meski Pejabat Fed Ini Dovish

Tatiana Park 25 Nov 2025 23 views

Dolar AS tidak bergeming pasca komentar dovish baru dari seorang pejabat penting The Fed. Dalam pernyataan ini, pemangkasan suku bunga bulan depan kembali menjadi prospek yang diperhitungkan.

Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di area 100.20 pada perdagangan Senin (25/November), level yang telah ditempatinya sejak akhir pekan lalu. Meski sejumlah komentar dari pejabat Federal Reserve sempat menggoyang sentimen di Wall Street dan meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga, nilai Dolar nyaris tak bergerak.

Presiden Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengancam stabilitas inflasi. Ia menilai tekanan inflasi semakin mereda sementara kondisi pasar tenaga kerja justru mengisyaratkan potensi pelemahan.

John Williams the Fed

Ucapan Williams sejalan dengan komentar Gubernur Fed Christopher Waller, tetapi tidak sepenuhnya seirama dengan pandangan sebagian besar pejabat Fed lainnya. Meski begitu, komentar tersebut segera mengerek peluang pemangkasan suku bunga The Fed dari sebelumnya di bawah 40% menjadi lebih dari 80%.

Pernyataan Williams dipandang penting oleh pelaku pasar karena dua alasan. Pertama, ia merupakan salah satu dari tiga figur paling berpengaruh di Fed, bersama Ketua Jerome Powell dan Wakil Ketua Phillip Jefferson. Kedua, Williams dikenal sebagai sosok teknokrat nonpartisan—posisinya sebagai Presiden Fed New York disetujui Dewan Gubernur pada 2018 dan tidak terkait dengan dukungan politik tertentu.

Krishna Guha, kepala kebijakan global dan strategi bank sentral di Evercore ISI, berujar bahwa frasa jangka pendek yang dilontarkan oleh John Williams agak ambigu. Menurutnya, interpretasi paling jelas merujuk pada rapat FOMC bulan depan. Williams sendiri kemungkinan hanya menyampaikan pandangan pribadinya. Namun sebagai salah satu dari anggota troika Fed, isu-isu kebijakan utama yang ia tuturkan hampir selalu disetujui ketua The Fed  dan akan menjadi pelanggaran berat jika dikomunikasikan tanpa persetujuan Powell.

Secara teori, meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga cenderung melemahkan Dolar AS. Namun hingga awal pekan ini, Greenback justru tetap stabil karena beberapa mata uang mayor lainnya tengah menunggu katalis penting.

Pound Sterling, misalnya, masih menanti rilis anggaran pemerintah Inggris pada Rabu. Di sisi lain, Dolar New Zealand bersiap menghadapi keputusan suku bunga RBNZ yang diperkirakan akan menjadi momen penting. Banyak trader mengantisipasi skenario hawkish rate cut—pemangkasan suku bunga yang disertai sinyal bahwa pelonggaran lebih lanjut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

USD/JPY juga sempat terkoreksi karena ancaman intervensi dari otoritas Jepang pekan lalu. Namun tanpa pemicu baru, pasangan ini tertahan di sekitar 157.00. Pasar memperkirakan Jepang akan melakukan intervensi jika Yen merosot ke area 158-162, sehingga trader memilih berhati-hati.

Kestabilan Dolar hari ini turut ditopang oleh komentar Presiden Donald Trump mengenai hubungan AS–China. Setelah berdiskusi lewat telepon dengan Presiden Xi Jinping, Trump menegaskan bahwa hubungan kedua negara berada dalam kondisi sangat baik. Ia juga berencana melakukan kunjungan ke Beijing pada April dan telah mengundang Xi untuk datang ke AS tahun depan.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua