Dolar AS Menguat Tipis Di Tengah Suasana Thanksgiving

Tatiana Park 28 Nov 2025 27 views

Tekanan jual Dolar AS sedikit berkurang karena pasar libur dalam rangka Thanksgiving. Namun, ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan tetap tinggi.

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak sedikit lebih tinggi ke area 99.60 pada perdagangan sesi Asia, Jumat (28/November). Minimnya aktivitas pasar menjelang libur Thanksgiving membantu meredam tekanan jual terhadap greenback, meskipun bayang-bayang pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi beban utama.

Dolar AS

Sejak Selasa, Dolar AS berada dalam tekanan setelah sejumlah pejabat Federal Reserve memberi sinyal berlanjutnya pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC 9-10 Desember 2025. Selain itu, publikasi data ekonomi yang tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan turut memperburuk sentimen.

Penjualan ritel AS untuk September 2025 hanya naik 0.2% (m/m), jauh di bawah perkiraan dan menjadi performa terlemah dalam empat bulan. Indeks harga produsen (PPI) memang sesuai ekspektasi di 0.3% (m/m), namun PPI inti hanya bertambah 0.1%, menunjukkan tekanan harga yang lebih lemah dari dugaan.

Deretan data tersebut memperkuat pandangan dovish terhadap kebijakan The Fed. Scott Helfstein, kepala strategi investasi di Global X, mengungkapkan bahwa harga produsen yang stabil dan penjualan ritel yang menunjukkan perlambatan konsumen secara moderat menjaga prospek pemotongan suku bunga Desember.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun dari 222.000 menjadi 216.000—lebih baik dari perkiraan 226.000. Namun, angka ini tidak cukup untuk mengubah keyakinan pasar bahwa pemangkasan suku bunga tetap menjadi skenario paling memungkinkan. Para trader masih memandang kebijakan suku bunga ke depan berpotensi menekan Dolar AS lebih lanjut.

Dinamika politik turut mewarnai prospek kebijakan moneter. Prediksi Polymarket menunjukkan peluang meningkat bagi Kevin Hassett untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Hassett dikenal sebagai figur yang sangat dovish dan dianggap dekat dengan Presiden AS Donald Trump—sebuah kombinasi yang mengisyaratkan tekanan lebih lanjut untuk pelonggaran kebijakan hingga tahun depan.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua