NFP Terjun Bebas, Dolar Tetap Kuat karena Risiko Perang

Tatiana Park 06 Mar 2026 12 views

Data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi, tetapi belum cukup menggoyahkan Dolar AS karena dipicu aksi mogok tenaga kesehatan yang telah berakhir. Dengan kata lain, dampaknya terhadap Greenback relatif terbatas.

Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di atas level 99.00 pada perdagangan sesi New York, Jumat (6 Maret). Walaupun laporan Nonfarm Payroll menunjukkan hasil yang sangat mengecewakan, mata uang AS tetap stabil. Permintaan terhadap aset safe haven meningkat seiring memanasnya konflik Iran, sehingga menopang kinerja Greenback di pasar valuta asing.

NFP Anjlok

 

Dampak Mogok Kerja Tenaga Kesehatan

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) melaporkan bahwa tingkat pengangguran naik secara tak terduga pada Februari, dari 4.3% menjadi 4.4%. Pada periode yang sama, Nonfarm Payroll tercatat minus 92,000, jauh di bawah proyeksi pasar yang sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 58,000 lapangan kerja.

Penurunan tajam ini sebagian besar dipicu oleh aksi mogok tenaga kesehatan yang berlangsung selama empat minggu. Demonstrasi besar tersebut terutama terjadi di California dan Hawaii serta menjadi aksi mogok terbesar dalam sejarah industri kesehatan Amerika Serikat.

Aksi tersebut berakhir pada 24 Februari 2026 setelah perusahaan layanan kesehatan Kaiser Permanente menyepakati kenaikan upah dan beberapa tuntutan lain dari para pekerja. Dengan berakhirnya mogok kerja tersebut, sejumlah ekonom menilai laporan Nonfarm Payroll berpotensi pulih pada bulan berikutnya, terlebih indikator ketenagakerjaan dari sektor lain menunjukkan kondisi yang relatif kuat.

David Rees, kepala ekonom global di Schroders London, mengatakan bahwa penurunan tajam payroll kemungkinan akan memicu kembali perdebatan di kalangan pendukung kebijakan moneter longgar di Federal Reserve. Namun, ia menilai sebagian besar kejutan negatif dalam laporan tersebut bersifat sementara karena dipengaruhi oleh aksi mogok di sektor kesehatan yang kemungkinan akan berbalik pada laporan berikutnya.

Menurutnya, meskipun laporan tenaga kerja terbaru tampak lemah, fundamental ekonomi AS masih solid dan berpotensi kembali mendorong permintaan tenaga kerja dalam beberapa waktu ke depan.

Setelah publikasi data ketenagakerjaan kali ini, pasar uang memperlihatkan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya berpotensi terjadi pada September, lebih awal daripada perkiraan sebelumnya pada Oktober. Meski demikian, proyeksi total pelonggaran kebijakan hingga akhir tahun masih berada di sekitar dua kali pemangkasan dengan akumulasi 40 basis poin—tidak jauh berbeda dibandingkan sebelum rilis data.

 

Konflik Iran Redam Dampak Data Buruk

Reaksi pasar terhadap laporan payroll yang mengecewakan relatif terbatas karena perubahan ekspektasi suku bunga tidak terlalu signifikan. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendukung Dolar AS sebagai aset safe haven.

Dalam 24 jam terakhir, Iran dilaporkan meningkatkan serangan terhadap Israel. Sementara itu, Israel terus menggempur Teheran dan memperluas operasi militernya hingga ke wilayah Lebanon.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan melalui akun Truth Social bahwa tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali negara tersebut menyerah tanpa syarat. Dalam pernyataan terpisah, Trump juga mengancam akan menjatuhkan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol yang menolak permintaan Washington terkait penggunaan pangkalan militer Morón dan Rota untuk operasi militer terhadap Iran.

Serangkaian perkembangan tersebut langsung memicu lonjakan harga energi. Minyak mentah Brent melonjak lebih dari 8% hingga menembus level 90 dolar AS per barel dalam perdagangan intraday. Para analis kini mulai mempertimbangkan kemungkinan harga minyak melampaui 100 dolar AS per barel, yang berpotensi memicu krisis energi baru serta meningkatkan tekanan inflasi global.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua