Apa yang Menyebabkan Margin Call?

Sheila Tanaka 21 Mar 2025 22 views

Margin call biasanya disebabkan oleh faktor trader sendiri. Agar tidak mengalami kerugian margin call, pahami apa saja penyebabnya dan tips menghindari margin call di sini!

Margin call adalah sesuatu yang sangat dihindari oleh para trader, baik pemula maupun yang sudah profesional. Jika Anda mendapatkan "panggilan yang kurang mesra" ini, artinya Anda terancam tidak bisa membuka posisi baru. Apa yang menyebabkan margin call ini bisa terjadi? Bagaimana pula cara mengatasinya?

Penyebab Margin Call

 

Sekilas Tentang Margin Call

Sebelum mengetahui apa penyebab margin call, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan margin call. Margin call adalah istilah yang cukup familier dalam dunia forex. Namun, masih banyak trader yang belum bisa membedakan margin call dan stop out.

Margin call adalah sistem peringatan yang menandakan situasi bahwa akuitas akun trading tidak lagi mencukupi nilai margin yang diperlukan untuk membuka posisi (margin requirement). Dalam istilah trading forex, margin adalah jaminan yang Anda butuhkan agar bisa trading di pasar forex. Misalnya, jika Anda ingin membuka 1 lot, Anda perlu jaminan sebesar USD20 ribu. Jika Anda mendapat margin call, artinya nilai margin Anda sudah tidak mencukupi lagi untuk trading.

Margin call berbeda dengan stop out. Stop out adalah situasi ketika broker menutup posisi Anda secara otomatis karena modal sudah tidak mencukupi. Terkadang, ada beberapa trader yang "bandel" sehingga mengalami stop out padahal sudah diperingatkan oleh broker. Di samping itu, ada pula broker yang menyediakan batasan berbeda untuk stop out.

Misalnya, Anda melakukan trading pada broker yang memberi aturan margin call level 25% dan stop out level 10%. Artinya, saat margin call level (equity/margin total x 100%) sudah sama dengan 25%, maka sistem akan memberi Anda peringatan. Sistem broker juga akan meminta Anda untuk segera menambah dana. Sampai sini, Anda masih bisa melanjutkan trading.

Namun, jika Anda mengabaikan sistem dan terus melanjutkan trading hingga mencapai 10% (stop out level), maka di situlah posisi trading Anda akan dihentikan otomatis. Inilah yang menyebabkan trader dilabeli dengan sebutan "bandel". Sistem sudah memberi peringatan, tetapi trader terus membiarkan kerugian berlanjut sampai mengikis modal trading mencapai ambang batas.

Jadi, sampai sini dapat disimpulkan bahwa margin call bukan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba, apalagi hanya "akal-akalan broker untuk menghabiskan modal trading". Ada penyebab yang membuat margin call muncul, dan bisa jadi sumbernya dari trader itu sendiri.

 

Penyebab Margin Call

Jadi, apa saja penyebab margin call?

Pepatah mengatakan, "Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak". Pepatah ini menyiratkan bahwa kesalahan diri sendiri tidak terlihat meskipun sangat besar, tetapi justru bisa melihat kesalahan orang lain meskipun sangat kecil. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan para trader yang sampai mengalami margin call akibat kurangnya kesadaran diri atas kesalahan yang sudah diperbuat.

Ada tiga kesalahan yang sering dilakukan trader sehingga mengalami margin call. Pertama, terlalu percaya diri. Kedua, kurang pengetahuan. Ketiga, mengandalkan trading sebagai pemasukan utama.

 

1. Terlalu Percaya Diri

Trader forex, terutama yang masih pemula, sering terjebak dalam kesalahan satu ini. Ketika berhasil mendapatkan profit besar, trader cenderung merasa hoki dan menganggap langit sedang berpihak padanya. Alhasil, tanpa pikir panjang, trader akan langsung membuka posisi kembali dengan harapan akan mendapat profit lebih besar.

Padahal ketika baru saja mendapat profit, sebaiknya jangan langsung membuka posisi lagi. Anda harus bisa mengelola keuangan yang dimiliki terlebih dahulu. Membuka posisi besar saat baru memperoleh profit adalah aksi yang berisiko karena bisa menyebabkan margin call.

 

2. Kurang Pengetahuan

Biasanya, terlalu percaya diri diikuti dengan kesalahan yang kedua, yakni kurangnya pengetahuan sehingga overtrading. Jika Anda membuka posisi lagi dengan didasari oleh rasa hoki, maka Anda akan cenderung kurang perhitungan. Akibatnya, Anda akan kurang perencanaan sehingga menyebabkan kerugian yang justru lebih besar.

 

3. Mengandalkan Trading Sebagai Pemasukan Utama

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa banyak trader yang mengandalkan aktivitas trading sebagai sumber penghasilan utama. Padahal, hal ini sangat berisiko karena akan memicu Anda untuk menetapkan target yang mati-matian harus dicapai agar kebutuhan pokok terpenuhi. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan, tetapi hanya oleh trader profesional yang sudah berpengalaman menghadapi pasar dengan strategi teruji. Apabila Anda masih pemula atau konsistensi profitnya masih angin-anginan, lebih baik hindari menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil trading.

 

Tips Menghindari Margin Call

Setelah mengetahui berbagai kesalahan yang menjadi penyebab margin call, kini Anda pun sudah tahu apa yang harus dilakukan, bukan? Untuk mencegah margin call, ada sedikit tips yang bisa Anda terapkan, yakni:

  • Banyak Berlatih
    "Practice makes perfect". Salah satu tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah margin call adalah dengan banyak berlatih. Sebelum Anda terjun ke akun sebenarnya, cobalah dulu berlatih di akun demo. Dengan banyak berlatih, Anda pun bisa melakukan manajemen emosi agar tidak terlalu percaya diri dan mengandalkan hoki.

  • Punya Trading Plan
    Berikutnya, pastikan bahwa Anda selalu punya trading plan. Lakukan perencanaan dengan perhitungan matang dalam trading plan yang dibuat. Biasanya, hal-hal yang tercantum dalam trading plan mencakup pair yang dipilih, besaran lot, dan pengaturan level stop loss.

Itulah hal-hal yang perlu Anda perhatikan untuk mencegah margin call. Pada intinya, penyebab margin call berasal dari keteledoran trader sendiri yang dilakukan tanpa sadar. Kabar baiknya, Anda bisa mencegah margin call dengan mulai berlatih secara rutin dan menyusun trading plan yang baik. Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir lagi akan mendapat "panggilan kurang mesra" ini!

Kembali Ke Daftar Artikel

Artikel Broker Terpopuler

lihat semua